PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com - Kota Palangka Raya benar-benar dalam "teror" kebakaran. Terbukti, dua lokasi terjadi dugaan kebakaran diduga disengaja dibakar oleh orang tidak dikenal.
Kejadian pertama di Jalan Rajawali Induk Kilometer 7, sebelum simpang lampu merah Hiu Putih, Jumat (13/9/24) pukul 03.52 WIB. Di lokasi itu dua kios kosong terbakar.
Kedua di Jalan Baru Suli V, Jumat (13/9/24) sekitar pukul 11.45 WIB. Di lokasi itu sebuah barak terbakar.
Dari dua lokasi itu diduga ada faktor kesengajaan, lantaran api muncul tidak ada kaitannya dengan arus pendek. Kasus tersebut masih dalam penyelidikan aparat.
Petugas menekankan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengaktifkan kembali Siskamling. Beruntung, api dapat dipadamkan dengan cepat dan tidak merembet ke bangunan lain.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Palangka Raya, Gloriana Aden mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua, yang menjadi obyek terbakar adalah rumah dan ini sangat berbahaya," ucap Gloriana.
Gloriana juga meminta unsur-unsur masyarakat turut serta membantu melakukan piket pengamanan dan patroli di lingkungan masing-masing. Kerjasama dan kepedulian antar warga sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran.
Gloriana menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
"Masyarakat harus aktif dalam melakukan pengecekan dan memastikan bahwa instalasi listrik, kompor gas, dan peralatan elektronik di rumah dalam kondisi aman," ujarnya.
Gloriana berharap dengan adanya imbauan ini, masyarakat dapat lebih waspada dan bertanggung jawab dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
"Semoga dengan upaya bersama, kita dapat meminimalisir risiko kebakaran dan menjaga keselamatan bersama," harapnya.
Sementara, Koordinator Call Center 112 Palangka Raya Sucipto menyebutkan, dua kejadian tidak ada kaitannya dengan listrik, seperti di Jalan Rajawali 7 dan Batu Suli.
Masyarakat ditekankan untuk meningkatkan pengawasan dan Siskamling di lingkungan masing-masing, hal itu sebagai antipasi terjadinya kejadian serupa.
Sucipto menekankan, di jalan Rajawali terbakar adalah warung kosong. Di tempat itu api sudah merayap kebagian atas, namun berhasil dipadamkan oleh masyarakat.
Di jalan Batu Suli, yang terbakar barak kayu panggung dan diketahui sudah lama tidak difungsikan. Dari dua lokasi, tidak ada kaitannya dengan korsleting listrik.
"Ada dugaan sengaja dibakar, makanya saya bilang tingkatkan kewaspadaan," tandasnya. (daq/fm)
Editor : Farid Mahliyannor