BANDA ACEH, radarsampit.jawapos.com - Kontingen atlet Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berjuang menambah perolehan medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024, setelah satu-satunya medali perak yang diraih dari cabor Dansa.
Hingga Rabu,(11/9) sejumlah cabang olahraga dipertandingkan dan atlet Kalteng belum bisa menambah perolehan medali.
Di Banda Aceh, peluang medali terpaksa pupus didua cabor. Atlet menembak Kalteng Fadhil Yusuf Bahreizy nyaris saja mampu mempersembahkan tambahan medali setelah kalah tipis dari atlet menembak asal Jawa Timur, Lampung dan Jawa Tengah.
Kemudian di cabor panjat tebing nomor speed putra, atlet panjat tebing putra Kalteng Alberto Agustin atau Bolang, juga belum bisa meraih medali. Sedangkan di cabor dayung, peluang medali masih terbuka, lantaran masuk semifinal dan akan bertanding kembali, Kamis (12/9).
Selain itu, pada cabor memanah, atlet Kalteng terhenti langkahnya nomor recurve individual baik putra maupun putri, untuk jarak 70 meter.
Atlet Kalteng Linda Lestari harus terhenti dibabak 16 besar recurve individual women (putri) dengan skor 4-6 menghadapi pemanah asal Kalimantan Utara, Annisa Devika Sahriati.
Kemudian, atlet Kalteng lainnya yaitu Joan Cleodio dan Alek Edwar yang turun di recurve individual men juga terhenti.
Joan dan Alek terhenti di babak 8 besar dan perempat final. Meski begitu, masih ada nomor yang akan dipertandingkan selanjutnya, yaitu kategori compound men dan women, recurve mixed team dan juga compound mixed team.
Di Sumatera Utara, atlet Kalteng harus akui keperkasaan tenis beregu Jateng. Kalteng tunduk 0-3 dari Jateng di laga terakhir babak penyisihan grup B. Kekalahan ini menyebabkan Kalteng gugur di fase grup. Namun masih ada tersisa nomor ganda putra dan tunggal putra.
Selain itu, pesilat Kalteng Ikhsan Mabrur Ridho juga belum bisa memberikan podium usai tumbang melawan Pesilat Bangka Belitung, Mahpud Efendi kelas E putra di 1/8 final. Pada cabor balap sepeda kategori TTT(team time trial), atlet Kalteng juga belum berhasil.
Pelatih panahan Kalteng Putu, tetap memberikan apresiasi atas penampilan atlet panahan Kalteng pada nomor recurve individual men maupun women kendati kalah.
Dikatakannya, masih ada nomor yang akan dipertandingkan selanjutnya, yaitu kategori compound men dan women, recurve mixed team dan juga compound mixed team. Dirinya pun meminta agar atlet panahan Kalteng dapat memaksimalkan peluang di hari ini dari kategori tersebut.
Sementara itu pada Kamis (12/9) dilapangan yang sama akan mempertandingkan kategori compound. I Gusti Putu Radithya Saverio dan Hendra Fitra Candra bertanding di kategori compound men, dan Linda Sariyani kategori compound women, untuk kategori compound mewakili Kalteng.
"Mohon doanya kepada masyarakat Kalteng agar atlet panahan kita bisa memperoleh tambahan medali untuk Kalimantan Tengah," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kalteng Christian Sancho mengungkapkan, performa Fadhil di awal pertandingan cukup menjanjikan.
Namun, saat menembak gambar kambing, dua dari lima tembakan tidak mengenai sasaran, mengakibatkan poin berkurang dan total akhir menjadi 340.
"Atlet sudah berusaha maksimal, namun keberuntungan belum berpihak kepada kita. Selain itu, faktor cuaca seperti angin kencang di arena juga mempengaruhi hasil tembakan,"ujarnya.
Fadhil juga menyatakan bahwa ia merasa sedikit grogi di menit-menit akhir, karena semua peserta memiliki peluang yang sama untuk menggeser poin pesaing.
Diungkapkannya, ada faktor ketidakpastian, seperti gemetar kaki ketika peluit dibunyikan, yang turut mempengaruhi performanya, termasuk angin. Namun kedepan ia akan terus berupaya untuk lebih baik.
"Diluar prediksi, beberapa peserta tiba-tiba melejit, padahal di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) poin mereka jauh dari ini.Namun apapun itu, semoga kedepan bisa lebih baik, " ungkapnya.
Pelatih Silat Kalteng Usman Effendi dan Anton Argarandi juga mengatakan, hasil kemarin dapat menjadi evaluasi.
Ia mengakui pengalaman dan jam terbang Ikhsan masih kalah jauh dari lawannya.Selain itu persiapan untuk tanding di PON dilakukan belum cukup lama, dan hanya sekitar empat bulan terakhir dengan latihan intensif di Sampit dan dilanjutkan tiga bulan latihan di Malang.“
“Bisa masuk ke PON sudah prestasi membanggakan, dengan usianya yang masih belasan tahun. Diharapkan bisa lebih banyak lagi kejuaraan digelar di Kalteng kedepan untuk meningkatkan jam terbang dan kepercayaan diri atlet,” tuturnya.
Sementara itu, Atlet panjat tebing putra Kalteng Alberto Agustin atau Bolang menyampaikan, dirinya sudah berusaha sebaik mungkin namun belum bisa mempersembahkan medali bagi Kalteng. Ia pun akan kembali terus memberikan capaian terbaik di nomor lain dalam panjat tebing.
”Saya mohon maaf dan terima kasih atas dukungan dan doanya selama ini. Semoga nanti lebih baik dan mampu membawa Kalteng juara,” tandasnya.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama