SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) kembali mengaktifkan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Taman Kota Sampit. Sebelum terlaksana pekan depan, terlebih dulu dilakukan sosialisasi.
”Car Free Day akan kami aktifkan lagi mulai Minggu depan, 15 September 2024. Beberapa hari ke depan kami berikan sosialisasi, terutama kepada pengelola parkir dan pedagang kaki lima agar ditata lebih rapi, tidak berjualan kesana-kemari," kata Rody Kamislam, Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim, Minggu (1/9).
Rody mengatakan, kegiatan Car Free Day di kawasan Taman Kota Sampit digelar untuk memberikan rasa nyaman masyarakat berolahraga. Penutupan jalan di kawasan itu hanya berlangsung selama tiga jam.
”CFD ini hanya tiga jam saja. Setiap Minggu pagi dimulai jam 05.30 sampai 08.30 WIB. Setelah itu, kawasan Taman Kota Sampit kembali dibuka dan dapat dilewati pengendara seperti biasa," katanya.
Terkait penataan PKL Rody memastikan tidak akan melakukan penggusuran atau melarang pedagang berjualan di kawasan Taman Kota Sampit. Pihaknya hanya menata titik lokasi di mana seharusnya pedagang berjualan.
”Kami hanya melakukan penataan untuk para pedagang supaya lebih tertib dan rapi, serta penataan parkir kendaraan bermotor supaya masyarakat yang berolahraga di Taman Kota Sampit merasa nyaman dan pedagangnya tidak berjualan semrawut," ujarnya.
Dia meminta pedagang tak berjualan di atas trotoar. ”Pedagang silakan berjualan di arah timur, selatan, dan barat taman kota. Tetapi harus berada di luar trotoar jalan. Artinya, tidak menutupi areal trotoar jogging track dan pedagang yang berada di seberangnya bisa mengisi area selatan taman kota depan eks Mentaya Theater, di lokasi lapak kuliner yang biasa diadakan Pasar Ramadan," jelasnya.
Rody menambahkan, untuk areal selatan, persis di depan Pasar Eks Mentaya, Jalan S Parman, dapat digunakan untuk areal parkir kendaraan motor. Ruas itu akan dilakukan sistem buka tutup oleh petugas.
Sedangkan pedagang yang berjualan di areal sebelah barat Taman Kota Sampit, diarahkan berjualan di depan Rumah Sakit Terapung.
”Saat CFD saya juga akan turunkan sekitar 20 petugas Dishub yang akan melakukan pengaturan lalu lintas. Apabila ada masukan dan saran akan jadi bahan evaluasi kami. Karenanya, kami berikan sosialisasi terlebih dahulu seminggu sebelumnya, agar pengelola parkir dan pedagang kaki lima dapat memahami dan mematuhi arahan sesuai titik lokasi yang ditentukan," katanya. (hgn/ign)
Editor : Gunawan.