Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kebakaran akibat Korsleting Kian Sering di Palangka Raya, Gugat Kesadaran Peduli Instalasi

Gunawan. • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 18:28 WIB
UPAYA PEMADAMAN: Petugas pemadam berupaya memadamkan api yang membakar sebuah kos delapan pindu di Jalan G Obos Palangka Raya, Jumat (9/8).
UPAYA PEMADAMAN: Petugas pemadam berupaya memadamkan api yang membakar sebuah kos delapan pindu di Jalan G Obos Palangka Raya, Jumat (9/8).

PALANGKA RAYA – Kebakaran akibat arus pendek listrik atau korsleting kian sering terjadi di Kota Palangka Raya.

Peristiwa yang terus berulang, seolah menggugat warga, terutama yang hidup di tengah permukiman agar peduli terhadap instalasi listrik di lingkungan sekitarnya.

Kebakaran akibat arus pendek kemarin (9/8), terjadi di Jalan G Obos Induk, depan Asrama Haji, Kota Palangka Raya.

Kos delapan pintu milik Haji Abdul Fattah (67) luluh lantak hanya dalam hitungan jam. Peristiwa yang terjadi menjelang salat Jumat tersebut, sempat membuat panik warga sekitar.

Kapolsek Pahandut Kompol Volvy Apriana mengatakan, pihaknya masih mendalami kebakaran tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi.

Dari keterangan salah satu saksi, M Rico Rachman, api pertama kali terlihat di bagian plafon atap kos nomor satu.

”Korban jiwa tidak ada, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp300 juta. Barang-barang berharga seperti sepeda motor juga ikut terbakar," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Call Center 112 Palangka Raya, Sucipto, mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian kebakaran sekitar pukul 11.15 WIB.

Saat petugas tiba di lokasi, api sudah membesar. Asap mulai naik ke bagian atap kos yang berfondasi kayu dan semipermanen.

Sucipto menuturkan, petugas sempat kesulitan menuju lokasi, karena jalan yang sempit. Kondisi itu diperparah banyaknya kendaraan warga yang diparkir di pinggir jalan, sehingga menghambat tim pemadam tiba di lokasi.

Terkait kebakaran yang terus terhadi, dia mengimbau warga agar waspada terhadap korsleting listrik.

Korsleting bisa terjadi ketika ada gangguan dalam aliran listrik yang dapat menyebabkan pemanasan berlebih dan potensi kebakaran.

Dia meminta warga memeriksa rutin instalasi listrik. Pemeriksaan pun wajib dilakukan tenaga profesional yang bersertifikat dan mematuhi standar keselamatan.

Selain itu, hindari overload, yakni menggunakan terlalu banyak perangkat listrik pada satu soket atau kabel ekstensi.

”Gunakan soket dan kabel yang memiliki kapasitas sesuai dengan kebutuhan. Periksa kabel dan perangkat, yaitu periksa secara rutin kondisi kabel listrik dan perangkat. Ganti kabel yang rusak atau berisiko menimbulkan korsleting,” katanya.

Sucipto menuturkan, penggunaan alat berkualitas juga penting. Artinya, memilih perangkat dan kabel listrik yang berkualitas tinggi dan bersertifikat.

Hal penting lainnya, padamkan perangkat listrik dan cabut dari soket ketika tidak digunakan, terutama jika meninggalkan rumah atau pergi tidur.

”Perlu juga pemasangan alat pengaman, berupa perangkat pengaman seperti pemutus sirkuit (MCB) atau alat pemutus arus (RCD) yang dapat memutus aliran listrik saat terdeteksi adanya gangguan. Hindari penyimpanan bahan mudah terbakar, jauhkan bahan-bahan yang mudah terbakar dari sumber listrik dan perangkat yang menghasilkan panas,” katanya.

Dia juga meminta warga mewaspadai tanda-tanda masalah, yakni bau terbakar, percikan api, atau kepanasan pada kabel dan soket.

”Jika terjadi, segera matikan aliran listrik dan hubungi teknisi. Hal penting juga, sediakan alat pemadam api, sebab miliki alat pemadam api di tempat yang mudah diakses dan pastikan semua anggota keluarga tahu cara menggunakannya,” katanya. (daq/ign)

Editor : Gunawan.
#PALANGKA RAYA #kebakaran #instalasi #listrik #korsleting listrik