PANGKALAN BUN - Maskapai Penerbangan Nam Air mendapat sorotan dari Wakil Ketua II DPRD Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Bambang Suherman karena dalam satu pekan ini sering tertunda atau delay tanpa ada kejelasan.
Bambang bersama rombongan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kobar rencananya akan bertolak dari Bandara Iskandar Pangkalan Bun ke Semarang, Selasa (14/5/2024).
Sedianya pesawat berangkat pukul 07.00 WIB, namun tiba-tiba ada penundaan penerbangan hingga pukul 11.00 WIB. Ternyata pada jam tersebut juga sama ada pemberitahuan bahwa pesawat delay kembali hingga waktu yang tidak jelas.
"Harapan kita cobalah ketika ada gangguan atau delay diinformasikan jauh-jauh waktu, bukan pada saat sudah berada di bandara. Apalagi saya mendengar sudah satu pekan ini sering delay begini," kata Bambang.
Ia berharap pihak otoritas bandara dan pihak terkait agar mengevaluasi hal tersebut. Kalaupun ada kendala kerusakan mestinya maskapai sudah mengantisipasi agar penumpang yang akan bepergian tidak terganggu.
"Banyak masyarakat harus mengubah jadwalnya, kasian para pedagang, mereka yang berobat, atau mendaftar sekolah dan lainnya, termasuk unsur pemerintah ketika menjalankan tugas dan fungsinya menjadi terganggu," kata Bambang.
Bambang juga sudah melakukan koordinasi dengan Kepala Bandara Iskandar dengan harapan bisa mendapat respon dan diantisipasi kedepannya.
"Saya sudah koordinasikan langsung dengan Kepala Bandara Iskandar, semoga hal semacam ini bisa diantisipasi, jangan sampai merugikan masyarakat," pintanya.
Jawaban dari Kepala Bandara Iskandar, lanjut Bambang, akan membuat laporan ke pusat karena hal tersebut di luar kendali dan kewenangan bandara.
"Infonya cancel flight (penerbangan batal) karena technical reason (alasan teknik) dan pesawat masih di Bandara Cengkareng (Soekarno Hatta)," tutur Kepala Bandara Iskandar yang disampaikan melalui pesan WhatsApp kepada Bambang Suherman. (sam/yit)
Editor : Slamet Harmoko