Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotawaringin Barat (Kobar) Syahruni mengimbau para personelnya untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
"Unsur kelalaian ibu rumah tangga yang lupa mematikan kompor ketika usai memasak saat buka puasa dan sahur masih menjadi persoalan tersendiri, jadi personel tetap siaga penuh," ujarnya.
Selama Ramadan, petugas pemadam kebakaran akan tetap siaga 1x24 jam, untuk menanggulangi kebakaran yang mungkin terjadi. Anggota tidak boleh meninggalkan pos pemadam saat piket.
Ia juga meminta kepada masyarakat untuk berperan aktif menghubungi Mako Damkar jika mengetahui kondisi kedaruratan di lingkungan sekitar.
Ia juga meminta kepada masyarakat agar alat-alat yang dapat memicu kebakaran seperti kompor dan listrik diperhatikan. Selain itu, diharapkan masyarakat tidak membakar sampah sembarangan.
"Ketika memasak jangan meninggalkan dalam keadaan menyala atau ditinggal tidur atau ke masjid, matikan dahulu kompor," sarannya. (tyo/yit)
Editor : Slamet Harmoko