Pasangnya air sungai terpanjang di Kabupaten Kotawaringin Barat itu sudah menggenangi permukiman hingga radius 300 meter dari tepi sungai.
Air luapan Sungai Arut di permukiman mencapai ketinggian hingga 50 centimeter. Pasangnya air sungai diakibatkan oleh hujan yang turun di Kotawaringin Barat.
Warga khawatir air yang menggenangi permukiman membuat binatang-binatang melata seperti ular naik ke rumah-rumah warga.
"Lubang-lubang pembuangan air di kamar mandi dan WC saya tutup, khawatir kalau menjadi jalan masuk ular," ujar warga RT 02, Kelurahan Raja Seberang, Ratna, Sabtu (16/3).
Menurutnya, saat kondisi air pasang seperti saat ini, beberapa kali rumahnya dimasuki ular. Hal serupa juga dialami sebagian rumah warga di Raja Seberang.
Warga RT 04, Anang menyampaikan setiap harinya ketinggian air tidak menentu. Terkadang pasang dan terkadang turun, namun hanya beberapa centimeter.
"Kalau sudah di hulu hujan, limpahan airnya pasti ke hilir, terutama kita di perkotaan, belum lagi ancaman ular yang naik ke rumah," pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Slamet Harmoko