"Alat antropometri ini diberikan kepada 146 posyandu dan 17 puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan," ucap Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Gumas Heriyanto, Jumat (23/11).
Antropometri merupakan alat pengukur berat dan tinggi badan bagi bayi berstandar nasional. Keberadaan alat ini sangat berguna untuk mendeteksi stunting sejak dini.
"Sekarang ini, alat antropometri sudah disalurkan ke posyandu dan puskesmas di Kecamatan Kahayan Hulu Utara (Kahut), Damang Batu, Miri Manasa, dan Rungan Barat," ujarnya.
Bantuan ini diberikan kepada posyandu dan puskesmas, mengingat keduanya merupakan salah satu sarana memantau tumbuh dan kembang anak secara rutin.
"Untuk penyaluran ke posyandu dan puskesmas yang berada di kecamatan lain akan dilakukan dalam waktu dekat. Kami targetkan tahun 2023 ini, semua alat antropometri sudah diterima oleh posyandu dan puskesmas," tuturnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Gumas Efrensia LP Umbing sangat menyambut baik bantuan alat antropometri dari kemenkes. Keberadaannya sangat bermanfaat untuk mendukung upaya percepatan penanganan penurunan angka stunting di Kabupaten Gumas.
"Dengan adanya alat ini, kami harapkan akan mampu mencapai target angka stunting pada tahun 2024, yakni berada di angka 14 persen atau di bawah itu," tandasnya. (arm/yit) Editor : Administrator