Melakukan pemeriksaan berlapis, membentuk tim pengawasan internal maupun eksternal, hingga menggunakan Computer Assisted Test (CAT) dibidang tes akademik maupun psikologi, untuk menghindari kecurangan dalam seleksi.
“Tidak ada peluang untuk nitip atau joki-joki bermain. Kami memastikan semua kegiatan rekrutmen Polri tahun ini tidak ada lagi ada oknum-oknum yang menjanjikan masuk Polri bayar dan lain sebagainya. Kami tegas untuk hal itu, makanya ada pengawas eksternal dan juga internal,” ucap Kepala Bagian Pesi Biro SDM Polda Kalteng Kompol Jarot, Senin (15/5).
Dirinya juga berpesan, bagi para peserta jangan mudah percaya apabila ada oknum-oknum di luar sana yang mengaku bisa mengurus dan meloloskan dalam seleksi penerimaan Bintara Polri, dengan cara membayar serta lain sebagainya.
"Kalau tes akademik dan psikologi langsung dipantau Mabes Polri dan menggunakan CAT. Sedangkan jasmani serta lain sebagainya itu juga diawasi oleh LSM, dan instansi eksternal di luar polri," ungkap Jarot.
Ditambahkannya, sistem CAT ini para peserta yang mengikuti tes tersebut langsung akan mengetahui hasil dari jawaban soal yang telah dikerjakan para peserta, dipantau langsung Mabes Polri.
“Jumlah peserta yang mengikuti tes psikologi masuk Bintara Polri yang menggunakan sistem CAT ada 1.312 peserta. Dari sekian ribu tersebut dibagi menjadi tujuh gelombang. Semua ditentukan dengan kemampuan sendiri,” tandas Jarot.
Penerimaan Akademi Kepolisian (Akpol) 2023 Kalteng juga dilaksanakan di SMKN-1 dan 2 Palangka Raya dengan menggunakan sistem yang sam. Selanjutnya Bintara Polri dan beberapa hari setelah selesai kegiatan serupa juga akan dilaksanakan tes CAT untuk peserta yang mengambil jalur Tamtama. (daq/gus) Editor : Administrator