Dalam kesempatan itu, Camat Baamang Adi Chandra MD Atuk menyampaikan beberapa usulan dari masyarakat dan takmir Masjid Syuhada yang menginginkan adanya pemeliharaan jalan rutin di Jalan Baamang 1 khususnya di Gang Syuhada.
“Kami mengusulkan perbaikan jalan Gang Syuhada sepanjang 100 meter di samping kiri masjid yang diharapkan dapat ditindaklanjuti Pemkab Kotim,” kata Adi Chandra.
Adi mengatakan, Masjid Syuhada merupakan salah satu masjid tertua di Kota Sampit. Sebelumnya, masjid ini pernah mendapatkan bantuan dari Pemkab Kotim berupa rumah untuk kaum.
“Masyarakat mengusulkan penataan makam di sekitar Masjid Syuhada. Dan yang paling utama, masyarakat ingi adanya penyediaan penerangan jalan umum (PJU) dari simpang Baamang 1 sampai ke Baamang Hulu, semoga ini dapat diakomodir dinas terkait,” ujarnya.
Dalam laporannya, Adi menyampaikan bahwa situasi kamtibmas terjaga. Koordinasi antarkecamatan dengan Pemkab Kotim terus dilakukan.
“Perlu kami sampaikan, bahwa kami sudah beberapa kali mengadakan operasi yustisi sebagai bentuk pengendalian Covid-19. Dalam waktu dekat ini, kami juga akan mengadakan bakti sosial,” ujarnya.
Mengenai capaian vaksinasi di wilayah Baamang, Adi mengaku tak mudah mengajak masyarakat untuk mau datang vaksin. “Sampai hari ini target untuk wilayah Baamang sudah 78 persen. Memang kami akui, membujuk masyarakat agar mau divaksin itu susahnya minta ampun, tidak semuanya masyarakat mau divaksin kecuali untuk kepentingan yang diwajibkan seperti keperluan mudik, baru berpikiran datang ke layanan vaksin. Namun kami tetap mengupayakan agar capaian vaksin bisa mencapai 100 persen,” katanya.
Meskipun dalam waktu yang singkat mendekati waktu berbuka puasa, Bupati Kotim Halikinnor merespons cepat setiap usulan dari masyarakat yang disampaikan oleh Camat Baamang.
“Terkait perbaikan jalan akan diupayakan dianggaran perubahan, di sini ada pejabat Dinas PUPRKP yang hadir lah ? Tolong dikerjakan perbaikan jalan di gang yang dimaksud, saya berbicara di masjid, jangan sampai lewat dari perubahan enggak digawi,” kata Halikinnor.
Sementara itu, untuk usulan mengenai penataan makam di areal Masjid Syuhada akan ditindaklanjuti Pemkab Kotim.
“Kalau makam ini bisa arahkan ke Bidang Kesar, untuk anggarannya pakai murni atau menunggu anggaran perubahan. Nanti bisa dilakukan pengurukan,” ujarnya.
Halikinnor menambahkan sesuai dengan program Harati, Bupati Kotim akan mewujudkan program Sampit terang. “Usulan penerangan jalan umum itu sudah masuk dalam program kita, ini masih terus kita upayakan realisasinya secara bertahap di tahun ini hingga tahun depan. Saya berharap Sampit terang, bebas banjir bisa terwujud. Mohon dukungannya dari masyarakat,” ujarnya.
Pertemuan demi pertemuan dalam agenda Safari Ramadan ke sejumlah wilayah kecamatan bertujuan untuk mendengar dan mengetahui persoalan apa saja yang terjadi di masyarakat setempat. Usulan dan masukan dari pemerintahan terbawah di tingkat desa hingga kecamatan, elemen masyarakat dan tokoh agama yang ikut hadir diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam prioritas rencana pembangunan.
Selain itu, Pemkab Kotim juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada setiap masjid yang dikunjunginya pada safari Ramadan. Pada kesempatan kali ini, Bupati Kotim menyerahkan bantuan secara simbolis untuk program fardu kifayah berupa mesin alkon, tenda dan souns system dan wireless sebesar Rp 20 juta untuk Masjid Syuhada.
“Ketiga bantuan itu menurut saya penting. Karena saya sering mengantar jenazah, sound system wirelessnya enggak enggak kedengaran, makanya tahun ini kita bantu Rp 20 juta untuk program fardu kifayah,” pungkasnya. (hgn/yit) Editor : Administrator