Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Bupati Kotim: Radar Sampit adalah Media Kebanggaan Kota Sampit

Administrator • Senin, 18 April 2022 | 12:46 WIB
Ilustrasi. (M Faisal/Radar Sampit)
Ilustrasi. (M Faisal/Radar Sampit)
SAMPIT – Tepat 17 April 2022, Surat Kabar Harian Radar Sampit genap berusia 16 tahun. Selama berdiri sejak 2006 silam, koran ini menjadi bagian dari sejarah perjalanan pembangunan daerah. Inovasi menjadi kunci agar tetap bertahan di tengah kerasnya tantangan zaman.

Semangat untuk menjaga konsistensi itu terlihat dari rangkaian kegiatan HUT Radar Sampit yang digelar selama dua hari, pada Sabtu (16/4) dan Minggu (17/4). Untuk pertama kalinya, sejak dihantam pandemi Covid-19 pada 2020, Radar Sampit kembali menggelar peringatan HUT yang dirangkai dengan buka puasa bersama.

Kegiatan yang dilaksanakan di halaman kantor Radar Sampit itu dihadiri Bupati Kotim Halikinnor, Wakil Bupati Kotim Irawatri, Ketua DPRD Kotim Rinie Anderson, General Manager Aquarius Boutique Hotel Sampit, Manager Hotel Midtown, tokoh pendiri Radar Sampit Muhammad Arsyad, tokoh agama, dan sejumlah undangan lainnya.

Bupati Kotim Halikinnor memberikan doa dan semangat kepada Radar Sampit atas bertambahnya usia. Menurutnya, situasi pandemi Covid-19 memang bukanlah sesuatu yang mudah untuk dijalani bagi perusahaan, khususnya yang bergerak di bidang media penyiaran.

”Pandemi Covid-19 ini memang tidak mudah, tapi ini tantangan bagi kita semua. Saya ucapkan selamat kepada Radar Sampit yang tetap bisa bertahan dan yang terpenting tetap harus berinovasi. Kalau tidak, kita akan tergilas, kita akan tertinggal,” kata Halikinnor.

Halikinnor menuturkan, Radar Sampit merupaakan media kebanggaan warga Kotim yang bermarkas di Sampit dan masih tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19. ”Radar Sampit adalah media kebanggaan Kota Sampit karena lahir dan tumbuhnya di Sampit. Saya yakin Radar Sampit tetap bisa bertahan. Harus tetap bangkit, terus berinovasi, terus berpikir kreatif dan lebih maju ke depannya,” ujarnya.

Direktur Radar Sampit Siti Fauziah mengatakan, berada pada titik seperti sekarang bukanlah sesuai yang mudah bagi Radar Sampit. Terutama selama dua tahun terakhir sejak pandemi Covid-19 melanda.

”Pandemi Covid-19 yang menghantam selama dua tahun terakhir tidak haya membuat ruang gerak dalam pencarian berita di lapangan terhambat, pendistribusian koran juga terhambat. Pendapatan perusahaan juga merosot tajam,” ujar Siti Fauziah.

Selain itu, lanjutnya, pandemi membuat daya beli masyarakat menurun. Pemasangan iklan maupun kerja sama dengan swasta juga terimbas, karena sama-sama terdampak pandemi Covid-19.

Untuk tetap bertahan di tengah perekonomian yang kian sulit, ditambah tuntutan kebutuhan hidup yang serba naik, lanjutnya, Radar Sampit terus melakukan berbagai cara dan strategi agar tetap mampu bertahan dan eksis.

”Penerapan efisiensi kami lakukan, meski pekerjaan yang dilakukan masing-masing orang di perusahaan ini tidak berkurang, bahkan justru bertambah dan berisiko,” ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Fauziah, di masa kini, bisnis media terus berkembang pesat dan menimbulkan persaingan yang tentunya semakin ketat. Bahkan, dengan kecanggihan teknologi, masyarakat sudah bisa mengakses informasi melalui ponselnya.

”Perkembangan media sosial yang tidak terbendung dan cepatnya penyebaran informasi oleh masyarakat melalui postingan per orangan juga menjadi tantangan bagi Radar Sampit yang masih bergerak di usaha media cetak,” ujarnya.

Dalam situasi seperti ini, hanya ada dua pilihan bagi Radar Sampit untuk tetap bertahan, yakni berpikir kreatif atau mati. ”Tentu saja kami tidak mau memilih mati. Apalagi dalam perusahaan ini tercatat hampir 60 karyawan menggantungkan hidupnya dari keberlangsungan perusahaan. Jadi, kami berupaya untuk terus kreatif dan berinovasi mengikuti perkembangan teknologi,” ujarnya.

”Alhamdulillah, berkat kekompakan, kreativitas, dan semangat tinggi dari seluruh tim Radar Sampit, kami tetap bertahan hingga saat ini dan mencapai usia 16 tahun,” tambahnya.

Fauziah mengatakan, Radar Sampit terus beradaptasi mengikuti perkembangan teknologi yang saat ini haus akan informasi yang cepat diakses. ”Kami tidak hanya bergerak di koran cetak. Radar Sampit juga hadir hampir di semua platform,” ujarnya.

Siti melanjutkan, Radar Sampit hadir di jejaring internet melalui portal www.radarsampit.com dan www.radarsampit.jawapos.com. Selain itu, menyajikan informasi menarik dan akurat melalui Youtube, Instagram, Facebook, Twitter, dan Tiktok dengan jumlah pengikut puluhan ribu hingga ratusan ribu.

”Sesuai dengan perkembangan Radar sampit yang kini hadir di semua multiplatform selain cetak, tentu tidak salah jika momentum HUT ke-16 mengusung tagline ”Radar Sampit Everywhere”. Artinya, Radar Sampit hadir di mana saja. Bagi masyarakat yang ingin informasi terbaru dan akurat, bisa menemukannya melalui sajian berita di koran, online, dan media sosial,” katanya.

Lebih lanjut Fauziah mengatakan, Radar Sampit siap menerima kritik dan saran dari semua pihak untuk menjadi bahan evaluasi agar dapat menjadi koran rujukan bagi masyarakat.

”Semoga Radar Sampit bisa terus eksis dan bermanfaat, serta dapat ikut andil dalam menyukseskan program pemerintah,” ujarnya mengakhiri sambutan.

Sementara itu, Muhammad Arsyad, mantan General Manager Radar Sampit yang ikut hadir membagikan kisah perjuangan singkat membangun Radar Sampit hingga bisa tetap eksis hingga sekarang.

”Dulu banyak sekali penderitaannya. Banyak sedihnya. Kami bekerja dan memulainya dari nol. Dari menyewa gudang Bulog dengan gaji yang sangat minim. Tetapi, dengan semangat dan kekompakan teman-teman, Radar Sampit mampu bertahan hingga sekarang,” kata Arsyad.

Arsyad mengingatkan kepada semua karyawan agar tetap menjaga kekompakan. Pasalnya, musuh paling berat dalam menjalankan bisnis bukan datang dari pihak luar, tetapi internal.

”Dari dulu saya selalu ingatkan semua karyawan agar jaga kekompakan. Sekarang pun saya tetap berpesan agar kekompakan itu terus dijaga dengan solid. Kalau di internal perusahaan saja tidak kompak, sangat mudah membuat kita hancur dan sulit berkembang,” katanya.

Arsyad berpesan agar seluruh karyawan selalu bekerja dengan penuh totalitas. ”Apa pun pekerjaannya, jabatannya, semua karyawan harus bekerja secara totalitas. Kalau ingin memiliki karier yang bagus, harus sungguh-sungguh dalam pekerjaan. Terus tingkatkan kemampuan, loyalitas, kapasitas, dan integritasnya,” ujarnya.

Pemimpin Redaksi Radar Sampit Gunawan mengatakan, tantangan terberat Radar Sampit saat ini adalah menyajikan berita yang lebih dalam saat mengulas suatu peristiwa. Hal itu penting untuk menjaga eksistensi koran agar tak ditinggalkan pembaca yang bisa dengan cepat memperoleh informasi melalui internet.

”Untuk itulah Radar Sampit berusaha terus meningkatkan kemampuan wartawan sebagai pasukan garis depan untuk memperoleh informasi. Selain itu, wartawan koran masa kini juga dituntut untuk bisa menghadirkan informasi secara visual,” ujarnya.

Gunawan menambahkan, berbagai penghargaan yang diraih Radar Sampit, baik regional hingga nasional, tak akan ada artinya tanpa bisa menjaga eksistensi dalam penyajian berita. Kesuksesan semua media massa, menurutnya, bukan diukur dari penghargaan yang diraih, tapi dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penyajian berita yang disampaikan.

”Apabila media massa mampu menjadi rujukan pembaca, artinya sudah berada pada zona kesuksesan. Apalagi kalau sampai menjadi acuan pengambil kebijakan dalam menentukan keputusan. Hal itulah yang selalu berusaha dijaga Radar Sampit hingga bertahan sampai sekarang,” ujarnya.

Rangkaian HUT ke-16 Radar Sampit diisi dengan berbagai kegiatan, seperti lomba azan, tukar kado sesama karyawan, dan buka puasa bersama. Pada acara buka puasa kemarin, Radar Sampit juga menyerahkan santunan pada 20 anak Panti Asuhan Aninda Qolbu. (hgn/ign) Editor : Administrator
#radar sampit