Turut hadir pula Anggota Komisi III DPR RI Ary Egahni Ben Bahat, Pj Sekda Kalteng, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalteng, Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalteng, unsur Forkopimda Provinsi Kalteng, Wakil Wali Kota, Ketua MUI Kota Palangka Raya, dan Ketua PCNU Kota Palangka Raya.
Dalam acara itu, Lestari menuturkan, kegiatan itu merupakan ajang silaturahmi. Kalimantan menjadi salah satu pusat yang akan mendorong pergerakan bangsa Indonesia ke arah yang lebih maju menyambut Indonesia emas.
Menurutnya, pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan menghadirkan kesempatan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satunya dengan mengembangkan dunia pendidikan di Kalimantan.
Sementara itu, Fairid mengatakan, Pemkot Palangka Raya mendukung pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan. Langkah itu sebagai wujud komitmen bersama dalam hal pembangunan merata di Indonesia.
”Pemkot mendukung IKN. Saya meyakini langkah itu akan berdampak positif juga bagi pembangunan Kota Palangka Raya,” ujarnya.
Fairid melanjutkan, pembangunan IKN bakal berdampak luas dari segi kemajuan pembangunan. Baik pembangunan infrastruktur, ekonomi, pendidikan, SDM/SDA, hingga pembangunan kesejahteraan masyarakat, dan lainnya.
”Sebagai daerah yang merasakan langsung pembangunan IKN, Kota Palangka Raya secara otomatis harus mampu mengikuti arah perkembangan IKN pada saatnya,” ujarnya.
Fairid menuturkan, keberadaan IKN Nusantara menandakan adanya spirit baru. ”Saya mendukung adanya IKN. Harapannya, akan ada spirit baru, akan ada pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan ada suatu sistem pengelolaan negara yang jauh lebih baik. Semoga pembangunan IKN berjalan lancar,” katanya.
Dia menambahkan, proyek pembangunan IKN Nusantara tidak memiliki tujuan lain selain untuk masa depan anak bangsa. Sebab, IKN Nusantara perlu dimaknai sebagai satu semangat dan representasi masyarakat Indonesia yang dinamis, cepat, serta modern.
”IKN Nusantara menggambarkan masyarakat yang berpikir jauh ke depan. Memanfaatkan teknologi yang efisien dan nyaman, serta meneruskan warisan budaya Indonesia," katanya. (daq/ign) Editor : Administrator