"Kami mengapresiasi kerja keras dari keluarga Stefanus Singarasa Tunda, karena bisa membangun rumah adat yang sangat representatif. Rumah adat memiliki nilai penting dalam pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan budaya, agar tidak terkikis oleh perkembangan zaman," ucap Jaya, Sabtu (5/3).
Dia mengatakan, keberadaan rumah adat ini harus dirawat dan dipelihara dengan baik. Membangun itu mudah, tetapi merawatnya sangat sulit. Nantinya diharapkan rumah adat tersebut dapat menjadi wadah kegiatan seni, budaya, dan kajian adat istiadat di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau ini.
"Rumah Adat Stefanus Singarasa Tunda merupakan bagian dari pelestarian budaya dan adat istiadat yang harus terus dipertahankan. Selain itu, juga mendukung konsep pembangunan smart tourism dan menjadi penyemangat untuk melestarikan nilai-nilai adat istiadat dan budaya kita," tuturnya.
Terpisah, Ketua panitia peresmian dan syukuran Rumah Adat Hamputan Stefanus Singarasa Tunda Kartianae S Mangkin menuturkan, rumah adat ini bertujuan untuk mengangkat keturunan Stefanus Singarasa Tunda, dan wadah pertemuan apabila ada rapat, pernikahan, serta wahana untuk anak-anak membentuk sanggar tarian.
"Tentunya juga dapat memberikan pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika nanti dikenakan biaya untuk menggunakan rumah adat tersebut, serta Desa Batu Nyiwuh ini juga semakin dikenal masyarakat sebagai desa wisata dengan keberadaan rumah adat ini," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Hamputan Stefanus Singarasa Tunda Edison mengakui, sumber dana untuk pembangunan rumah adat ini berasal dari dana hibah APBN, yakni Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Dirjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan RI sebesar Rp 400 juta, bantuan sosial dari APBD Provinsi Kalteng melalui BPKAD Rp 200 juta.
"Selain itu, juga ada dana dari kapakat dan urunan spontanitas dari keturunan Stefanus Singarasa Tunda Rp 80 juta, kontribusi dana dari tokoh masyarakat Kabupaten Gumas Rp 30 juta, dan sumbangan dari sumber lain yang tidak mengikat, sehingga pembangunannya selesai pada Bulan September 2021," pungkasnya.
Turut hadir dalam peresmian dan syukuran Rumah Adat Hamputan Stefanus Singarasa Tunda ini, yakni Kapolres AKBP Irwansah, Wakil Ketua I DPRD Binartha, Anggota DPRD Polie L Mihing, Staf Ahli Bupati bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan Aprianto, Sekretaris Badan Kesbangpol Haris Midel, dan undangan lainnya. (arm/gus) Editor : Administrator