Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pembangunan Masjid Agung Nanga Bulik Telan Hampir Rp 60 Miliar

Administrator • Rabu, 23 Februari 2022 | 08:00 WIB
PEMBANGUNAN MASJID: Bupati Lamandau Hendra Lesmana bersama Forkopimda dan para tokoh agama meletakkan semen secara simbolis sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Agung Nanga Bulik, Senin (21/2). (ISTIMEWA/RADAR SAMPIT)
PEMBANGUNAN MASJID: Bupati Lamandau Hendra Lesmana bersama Forkopimda dan para tokoh agama meletakkan semen secara simbolis sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Agung Nanga Bulik, Senin (21/2). (ISTIMEWA/RADAR SAMPIT)
NANGA BULIK – Setelah sempat terhenti selama beberapa tahun akibat berbagai permasalahan, pembangunan Masjid Agung Nanga Bulik akhirnya dimulai, Senin (21/2).

Permulaan itu ditandai dengan acara Ground Breaking Ceremony Pembangunan Masjid Agung Nanga Bulik Kabupaten Lamandau yang dipimpin Bupati Lamandau H Hendra Lesmana.

Pembangunan masjid agung merupakan salah satu dari tiga proyek raksasa yang sedang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lamandau. Masjid agung ini dibangun dengan menggunakan alokasi anggaran kontrak tahun jamak (multi years) tahun 2021, 2022, dan 2023 dengan total anggaran sebesar Rp. 59.114.826.600.

Plt Kepala Dinas PUPR, Muhammad Badzar menjelaskan, anggaran tersebut meliputi  Pekerjaan Pembangunan Masjid Agung dengan biaya kontrak sebesar Rp. 57.145.193.000 yang dilaksanakan oleh pemenang tender kontrak PT. Karya Bangun Mandiri Persada.

Dan biaya manajemen konstruksi (konsultan pengawasan) sebesar Rp. 1.969.633.600 yang dilaksanakan oleh pemenang tender kontrak PT. Asta Kencana Arsimetama. “Kontrak pelaksanaan pembangunan fisik dilaksanakan dengan waktu 600 hari kalender yang dimulai tanggal 21 Desember 2021 dan berakhir tanggal 12 Agustus 2023,” jelasnya.

Dibangun di atas lahan seluas 6 hektare, bangunan akan terdiri dari empat bangunan, yakni bangunan utama masjid, bangunan sayap kiri masjid, bangunan sayap kanan masjid, dan bangunan menara.

Bupati Lamandau, H Hendra Lesmana mengatakan, selain tempat ibadah, bangunan masjid ini diharapkan dapat menjadi pusat pembinaan dan pemberdayaan umat serta landmark religius bagi umat Islam di Kabupaten Lamandau sekaligus sebagai kebanggaan masyarakat.

”Selain tempat ibadah, ini bisa jadi tempat sosial kemasyarakatan, ada aula, ada kantor-kantor organisasi keagamaan, ada pusat ekonomi syariah. Sehingga selain ikon kota, nanti ke depan juga bisa jadi tempat wisata religi,” harap Hendra. (mex/sla) Editor : Administrator
#masjid