Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Hobi Berkelahi sejak Kecil, Berdarah-darah Wujudkan Mimpi

Administrator • Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:45 WIB
JAWARA: Aminuddin menang dalam laga melawan Salmri Pattisamallo di kelas atomweight (48 kg), Sabtu (16/10) lalu. (IST/RADAR SAMPIT)
JAWARA: Aminuddin menang dalam laga melawan Salmri Pattisamallo di kelas atomweight (48 kg), Sabtu (16/10) lalu. (IST/RADAR SAMPIT)
Hobi adu fisik seolah sudah mendarah daging pada Amiduddin. Hasrat bertarungnya akhirnya menemukan jalan yang tepat. Dia meniti karier sebagai petarung di olahraga adu fisik Mixed Martial Arts (MMA).

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

Sebelumnya tak banyak yang mengenal Aminuddin dari sisi positifnya. Pria kelahiran Desa Lada Mandala Jaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, 24 tahun silam itu lebih dikenal sebagai pemuda yang suka berkelahi dengan alasan tak jelas.

Setelah aksi memukaunya dalam pertarungan tiga ronde melawan petarung asal Timika, Papua, Salmri Pattisamallo di kelas atomweight (48 kg), dalam gelaran Rink Fight Night 50 One Pride MMA The Battle Fight yang disiarkan di televisi Sabtu (16/10) lalu, pemuda tersebut menjadi salah satu debutan yang diperhitungkan. Dalam pertarungan itu Aminuddin keluar sebagai jawara dengan kemenangan angka.

Nama Aminuddin dan kampung halamannya, Desa Lada Mandala Jaya, langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta olahraga tinju bebas di Bumi Marunting Batu Aji (Kobar).

Kepada Radar Sampit, Aminuddin menuturkan, sejak kecil dia gemar berkelahi. Hobinya tersebut berlanjut hingga bangku sekolah di SD Negeri 2 Pangkalan Lada.

Hobi baku pukul tersebut bahkan semakin menjadi-jadi saat menginjak SMP. Dia semakin ketagihan saat mengenyam pendidikan di SMK Negeri 1 Pangkalan Bun.

Aminuddin yang berangkat dari keluarga tidak mampu ini, setelah lulus dari bangku SMK tak langsung menjadi petarung MMA. Demi membantu perekonomian keluarga, ia harus bekerja serabutan.

Dalam fase ini, kegemarannya berkelahi tak hilang begitu saja. Suatu ketika, berawal dari seringnya menonton berbagai program MMA di televisi, membuatnya bertekad meniti karier sebagai petarung profesional.

Putra pasangan Muchsin dan Suharmi ini kemudian memupuk mimpinya untuk bertarung di ring octagon. Ia dengan gigih mengumpulkan uang untuk bekalnya mewujudkan mimpinya.

”Saya bekerja apa saja. Dari helper operator alat berat, bekerja di pabrik cangkang sawit, menjadi Satpam, dan sebelum saya hijrah ke luar daerah, saya bekerja di PBS PT SINP,” katanya, Rabu (21/10).

Saat bekerja di perusahaan sawit PT SINP, dia menghubungi admin Astagym untuk mendapat bimbingan latihan secara online. Namun, ternyata Astagym tidak menyediakan program latihan tersebut.

Berbekal uang seadanya, dia memutuskan pergi ke Bogor dan berlatih di Astagym. Akan tetapi, tidak semudah yang ia bayangkan. Setiba di sana, dia tidak langsung diterima.

Aminuddin harus menjalani proses tes mental dengan bertarung menghadapi para petarung yang berlatih di tempat tersebut. Lantaran belum menguasai teknik bertarung yang baik dan benar, dia selalu menelan kekalahan.

Aminuddin tidak kapok meski bibirnya pecah, bocor, dan berdarah-darah. Hal itu tak membuat semangatnya kendor. Bahkan, dia terus datang dan terus mencoba hingga akhirnya pelatih menerimanya lantaran melihat kegigihannya.

Namun, kendala keuangan harus ia hadapi. Agar bisa bertahan hidup, di sela latihannya ia menyempatkan berjualan donat keliling. Namun, karena lokasi berjualan dan tempatnya berlatih jauh, dia terpaksa melepas pekerjaannya itu.

Aminuddin kemudian mencoba menawarkan diri menjadi petugas bersih-bersih di tempatnya berlatih. Dia diterima sehingga mendapat fasilitas kamar dan bisa fokus berlatih.

Tiga tahun berlatih keras dan bisa menguasai berbagai teknik beladiri, Aminuddin mendapat kesempatan bertarung dengan atlet asal Riau. Namun, dewi fortuna belum berpihak padanya. Dia kalah dalam pertarungan tersebut.

Keberuntungan akhirnya menghampiri Aminuddin. Saat mendaftar sebagai petarung di One Pride 2021, pemuda itu dinyatakan lolos dan mendapat kesempatan bertarung di arena yang sesungguhnya.

”Akhirnya saya bisa memenangkan pertarungan dan ini berkat doa dari masyarakat di Kalteng," ujarnya.

Setelah mendapat kemenangan perdana, Aminuddin saat ini sedang melakukan persiapan untuk pertarungan berikutnya. Dia memerlukan 4 - 5 pertarungan lagi untuk meraih sabuk kemenangan di kelasnya.

”Dari petarung di kelas saya, ada satu nama yang menjadi motivasi saya untuk mengalahkannya, yaitu Ade Permana," pungkasnya. (***/ign) Editor : Administrator
#petarung MMA #MMA