Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Piawainya Bupati Kotim Hadapi Banjir Kritik Renovasi Gerbang Sahati

Administrator • Kamis, 2 September 2021 | 14:05 WIB
Ilustrasi. (M Faisal/Radar Sampit)
Ilustrasi. (M Faisal/Radar Sampit)
SAMPIT – Bupati Kotim Halikinnor menegaskan tak akan mengubah nama Gerbang Sahati. Dia bersikukuh mempertahankan nama itu sebagai bentuk penghormatan pada pemimpin sebelumnya, Supian Hadi-Taufiq Mukri (Sahati). Padahal, desakan padanya untuk mengganti nama tersebut datang dari berbagai kalangan.

”Memang saya banyak mendapatkan masukan untuk mengganti nama Sahati. Ada argumen bahwa itu dana pemerintah,” ujar Halikinnor, Rabu (1/9).

Halikinnor mengaku tak nyaman apabila harus menghilangkan nama Sahati. Dia akan dianggap tidak menghargai peninggalan dan karya pemerintahan sebelum dirinya. Meski tak ada aturan melarang, hal itu merupakan etika sebagai pemimpin dengan tetap menghormati pemimpin sebelumnya.

Halikinnor melanjutkan, akan berbeda apabila dia membangun gerbang baru pada masa pemerintahannya. Dia akan mengakomodir aspirasi publik yang menginginkan gerbang tersebut mencerminkan motto dan falsafah kehidupan masyarakat lokal.

”Kalau saya cenderung memberi namanya menjadi Gerbang Mentaya atau Gerbang Habaring Hurung,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, apabila mengubah nama gerbang, otomatis akan mengubah nama administrasi pembangunan gerbang yang selama ini disebut sebagai Gerbang Sahati. ”Tapi, sekali lagi, pahamilah! Kondisnya ini karena peninggalan,” tegasnya.

Di sisi lain, Halikinnor berjanji tidak akan melakukan hal serupa di era kepemimpinannya. Dia tidak mau nama dirinya atau jargon Harati dijadikan nama atau bangunan monumental. ”Perlu dicatat. Kalau nanti saya bikin nama Harati, silakan masyarakat protes,” ujarnya.

Mengenai desakan untuk menghilangkan ikon jelawat dan mengganti dengan ornamen khas Dayak lainnya, Halikin secara halus menolaknya. Dia mengatakan, pemasangan ornamen itu tak masalah, karena hanya sebatas ikon. ”Yang bisa kami ubah kemungkinan warnanya nanti yang  berbeda,” katanya.

Terkait anggaran renovasi menelan dana setengah miliar lebih, Halikin membantah proyek itu merupakan inisiasinya. Dia menegaskan, hanya menjalankan APBD yang sudah disahkan dan dibahas pemerintahan sebelumnya, meskipun saat itu ada ruang refocusing.

Halikinnor mengaku sebenarnya lebih memilih menggunakan anggaran untuk perbaikan jalan di sejumlah titik di dalam Kota Sampit. Bahkan, untuk perbaikan itu, dia harus memutar kepala mencari dananya, hingga akhirnya Jalan Kapten Mulyono yang rusak parah bisa diperbaiki meski dengan anggaran pemeliharaan di Dinas PUPR.

Sebelumnya diberitakan, renovasi Gerbang Sahati di Jalan Tjilik Riwut depan Stadion 29 November panen kritik. Proyek itu dinilai belum terlalu mendesak dilaksanakan. Keputusan pemerintah memaksakan renovasi yang membuat lalu lintas terganggu dianggap tidak tepat dilakukan di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Gerbang itu dinilai masih kokoh dan masih kuat untuk beberapa tahun ke depan. Di sisi lain, pandemi dan masyarakat terdampak perlu penanganan dari sisi anggaran. Ditambah lagi bencana banjir di sejumlah kecamatan. Karena itu, anggaran yang dihabiskan hanya untuk mempercantik gerbang dinilai tak etis.

Nama gerbang juga tak luput jadi sorotan. Tokoh masyarakat Kotim Muhammad Zais menilai, harusnya nama gerbang diganti dengan motto Kotim, seperti Gerbang Habaring Hurung.

Pemkab Kotim menghabiskan anggaran sebesar Rp 697 juta untuk perbaikan Gerbang Sahati di Jalan Tjilik Riwut, kawasan Stadion 29 November. Agar perbaikan maksimal, ruas tersebut ditutup sementara. Pengguna jalan diminta menggunakan jalur alternatif yang disediakan.

Perbaikan Gerbang Sahati dikerjakan CV Usaha Jaya Bersama selaku penyedia jasa dan CV Katiga Rancang Utama sebagai konsultan pengawas. Sesuai dokumen perjanjian kontrak kerja, pekerjaan dilaksanakan pada 3 Agustus – 1 Desember 2021.

Anggaran proyek tersebut dilakukan pada era pemerintahan Supian Hadi-Taufiq Mukri pada pembahasan tahun 2020 silam. Namun, dilaksanakan pada masa pemerintahan Halikinnor-Irawati. Gerbang Sahati merupakan salah satu dari sejumlah proyek monumental untuk mempercantik Kota Sampit pada 2013 silam. (ang/ign) Editor : Administrator
#halikinnor #gerbang sahati #bupati kotim