Daya Beli Warga Pulang Pisau Melemah, Camat Sebut Efisiensi Anggaran Ikut Pukul Ekonomi

Slamet Harmoko • Dipublikasikan Selasa, 19 Mei 2026 | 08:00 WIB

 

ilustrasi (jawa pos )
ilustrasi (jawa pos )

 

PULANG PISAU, radarsampit.jawapos.com – Camat Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Endra Setiawan mengakui daya beli masyarakat mulai mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi tersebut dipengaruhi perlambatan ekonomi akibat kebijakan efisiensi anggaran belanja pemerintah hingga kenaikan harga kebutuhan pokok.

Menurut Endra, Kecamatan Kahayan Hilir memiliki karakteristik masyarakat yang sebagian besar bergantung pada sektor aparatur sipil negara (ASN). Karena itu, ketika belanja ASN menurun, dampaknya langsung terasa terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

“Kecamatan Kahayan Hilir sebagian besar konsumennya atau penduduknya adalah ASN sehingga ketika daya beli menurun, perputaran ekonomi masyarakat ikut melambat,” kata Endra Setiawan di Pulang Pisau, Senin.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut mulai dirasakan pelaku usaha kecil dan UMKM di wilayah setempat. Banyak pedagang mengaku omzet harian mengalami penurunan dibanding sebelumnya.

“Banyak pelaku usaha kini mulai merasakan berkurangnya transaksi harian secara signifikan,” ujarnya.

Selain penurunan daya beli, masyarakat juga dibebani kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok yang memengaruhi konsumsi rumah tangga sehari-hari.

“Selain menurunnya daya beli masyarakat, kita juga dihadapkan pada kenaikan harga bahan pokok yang memengaruhi konsumsi rumah tangga sehari-hari,” jelasnya.

Endra menyebut kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu faktor utama yang mendorong naiknya harga berbagai komoditas di pasar. Biaya distribusi dan operasional barang disebut ikut meningkat sehingga berdampak pada harga jual ke masyarakat.

Meski demikian, pemerintah daerah disebut terus berupaya menekan laju kenaikan harga sejumlah komoditas penting seperti beras, minyak goreng dan cabai agar inflasi tetap terkendali.

Ia juga mengajak masyarakat lebih optimal memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam komoditas pangan, khususnya cabai yang selama ini menjadi salah satu penyumbang inflasi daerah.

“Pemanfaatan lahan yang ada perlu dioptimalkan masyarakat untuk menanam cabai yang sangat berpengaruh terhadap stabilitas harga,” katanya.

Menurutnya, pemulihan ekonomi tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Diperlukan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha hingga masyarakat agar kondisi ekonomi kembali stabil.

“Kerja sama dan langkah yang tepat diharapkan kondisi ekonomi masyarakat dapat kembali pulih dan tumbuh lebih baik ke depannya,” tutup Endra. (ant)

Editor : Slamet Harmoko
Sumber : ANTARA
penghematan efisiensi anggaran daya beli kalteng pulang pisau