PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com — Seorang pria lanjut usia yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) diamankan polisi setelah mengamuk sambil membawa senjata tajam di Jalan Cilik Riwut II, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Senin (16/3).
Peristiwa tersebut sempat membuat warga setempat resah. Pria tersebut dilaporkan menggedor pintu rumah warga sambil membawa senjata tajam.
Ketua RT setempat kemudian menghubungi call center 110 untuk meminta bantuan kepolisian guna mencegah hal yang tidak diinginkan.
Menindaklanjuti laporan itu, tim gabungan dari Samapta I SPKT Polres Kotawaringin Barat segera mendatangi lokasi dan mengamankan pria tersebut. Petugas sempat menghadapi sedikit perlawanan saat proses pengamanan.
Senjata tajam yang dibawa pria tersebut kemudian diamankan sebagai barang bukti di Polres Kotawaringin Barat.
Sementara itu, yang bersangkutan diserahkan ke rumah singgah Dinas Sosial Kotawaringin Barat untuk penanganan lebih lanjut.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kotawaringin Barat, Lukman Fandinata, mengatakan pria yang sebelumnya dibawa ke rumah singgah tersebut telah dijemput oleh pihak keluarganya.
“Pria tua yang membawa senjata tajam itu sudah diambil oleh pihak keluarganya, sehingga saat ini hanya tersisa satu orang di rumah singgah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, satu orang yang masih berada di rumah singgah diketahui merupakan warga Sumatera.
Pria tersebut diduga bukan ODGJ, melainkan terlantar dan berencana pulang ke daerah asalnya, namun tidak memiliki biaya.
Sebelumnya, pria tersebut bekerja sebagai buruh di daerah Lupu, Kecamatan Kotawaringin Lama. Saat ini, Dinas Sosial berencana memulangkannya ke daerah asal.
“Tadi pagi kami bawa ke Disduk untuk perekaman data. Rencananya akan dipulangkan ke daerah asalnya,” katanya.
Polisi mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan kepada Polres Kotawaringin Barat melalui call center 110 apabila terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat atau tindak pidana lainnya. (tyo/yit)
Editor : Slamet Harmoko