PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com — Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, mengalami kenaikan pada pertengahan Ramadan. Sebaliknya, harga daging ayam ras justru mengalami penurunan.
Berdasarkan hasil pemantauan harga mingguan, kenaikan terutama terjadi pada komoditas cabai. Harga cabai merah besar naik dari Rp60.000 per kilogram pada awal pekan menjadi Rp70.000 per kilogram pada akhir pekan. Sementara itu, harga cabai rawit merah meningkat dari Rp70.000 per kilogram menjadi Rp80.000 per kilogram.
Adapun sejumlah komoditas lain seperti cabai merah keriting, cabai rawit hijau, bawang merah, dan bawang putih tercatat relatif stabil selama periode pengamatan.
Perbandingan harga antara minggu keempat Februari dan minggu pertama Maret 2026 juga menunjukkan perubahan pada beberapa komoditas. Kenaikan harga tercatat pada cabai merah besar sebesar 10 persen, minyak goreng curah 1,24 persen, serta ikan kembung segar 2,04 persen.
Sebaliknya, penurunan harga terjadi pada cabai merah keriting sebesar 10,26 persen, cabai rawit merah 2,56 persen, serta daging ayam ras (broiler) yang turun cukup signifikan sebesar 10,17 persen.
Pemantauan harga ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengendalian harga menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Dari sisi ketersediaan, stok bahan pokok di tingkat distributor dan BULOG di Kabupaten Kotawaringin Barat masih dalam kondisi aman. Total stok beras tercatat mencapai 1.793,31 ton, minyak goreng 292,75 ton, gula pasir 100,28 ton, tepung terigu 78,98 ton, serta kacang kedelai 40,05 ton.
Sementara itu, stok beras di BULOG tercatat sebanyak 1.573,82 ton yang terdiri atas beras premium komersial 93,33 ton dan beras medium 1.480,49 ton.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop UKM Kotawaringin Barat, Muhamad Suhendra, mengatakan secara umum harga bahan pokok masih terkendali dengan dukungan stok yang mencukupi menjelang Idul Fitri.
“Menjelang Idul Fitri biasanya terjadi peningkatan permintaan masyarakat terhadap beberapa bahan pokok. Namun hingga saat ini harga masih relatif stabil dan stok di distributor maupun BULOG juga dalam kondisi aman, sehingga kebutuhan masyarakat dipastikan tetap dapat terpenuhi,” ujarnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno