Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Dua Titik Jalan di Pangkalan Bun Jadi Lokasi Balapan Liar

Koko Sulistyo • Senin, 2 Maret 2026 | 04:00 WIB

 

Balapan liar di simpang Hastarini, Kelurahan Baru (atas), dan di Pasir Panjang (bawah), Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Minggu (1/3) dinihari.
Balapan liar di simpang Hastarini, Kelurahan Baru (atas), dan di Pasir Panjang (bawah), Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Minggu (1/3) dinihari.
 

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Aksi balapan liar di wilayah Kota Pangkalan Bun kembali meresahkan warga. Setelah mendapat pengawasan ketat dari aparat kepolisian di kawasan Simpang Empat Masjid Agung Riyadlush Shalihin, Kelurahan Sidorejo, para pelaku diduga memindahkan lokasi balapan ke titik lain.

Sebelumnya, Jalan Sutan Syahrir kerap dijadikan lintasan balap. Namun, patroli rutin yang dilakukan aparat membuat aktivitas tersebut beralih ke sejumlah ruas jalan yang dinilai memiliki trek lurus.

Saat ini, dua lokasi yang disebut menjadi pusat balapan liar adalah Jalan Pasir Panjang dan Simpang Hastarini. Kedua titik tersebut dinilai memiliki jalur lurus yang kerap dimanfaatkan pelaku untuk adu kecepatan.

Ironisnya, aksi balapan liar tersebut juga disiarkan secara langsung melalui media sosial TikTok dan menuai beragam tanggapan dari masyarakat. 

Salah seorang warga di sekitar Simpang Hastarini, Rina, mengaku terganggu dengan kebisingan yang ditimbulkan. Menurutnya, suara knalpot brong sangat mengganggu waktu istirahat warga, terutama pada malam hari.

“Setiap malam berisik. Kami yang tinggal di sekitar lampu merah Hastarini hampir tidak bisa istirahat karena suara knalpot mereka,” ujarnya.

Rina berharap ada penanganan lebih lanjut dari pihak terkait, termasuk evaluasi pengaturan lampu lalu lintas di Simpang Hastarini. Ia mengusulkan agar pada pukul 21.00 atau 22.00 WIB, lampu merah diubah menjadi lampu peringatan (warning light) guna mencegah dimanfaatkan sebagai tanda mulai balapan.

Menurutnya, lampu lalu lintas tersebut kerap dijadikan penanda start. Saat lampu hijau menyala, sejumlah kendaraan langsung melaju kencang ke arah Misbar maupun sebaliknya.

Warga lainnya, Aleh, juga menyampaikan keresahannya. Ia meminta aparat segera mengambil tindakan tegas agar situasi tidak semakin memicu emosi warga.

“Kalau terus dibiarkan dan warga sudah tidak sabar, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Ia menambahkan, kawasan Hastarini sebelumnya sempat menjadi lokasi balapan liar setiap malam Minggu, namun sempat mereda sebelum kembali marak pada bulan Ramadan ini.

Warga berharap aparat kepolisian dan instansi terkait dapat meningkatkan pengawasan serta mengambil langkah preventif guna menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#balap liar #Pangkalan Bun