PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com– Satu per satu pelaku UMKM di kawasan Pangkalan Bun Park mulai meninggalkan lapaknya. Sepinya pengunjung membuat omzet pedagang menurun drastis.
Selain faktor sepi pengunjung, minimnya inovasi dan daya tarik kawasan dinilai turut menurunkan pamor UMKM di ruang terbuka hijau tersebut.
Salah satu pedagang yang masih bertahan, Anik, mengaku prihatin melihat rekan-rekannya mulai pergi. Menurutnya, persoalan tidak hanya soal penjualan, tetapi juga kurangnya fasilitas dan suasana nyaman pada malam hari.
“Ini kawan-kawan pedagang mulai pergi. Kami yang masih bertahan hanya bisa berharap kepada dinas terkait agar diberikan solusi, bagaimana caranya supaya UMKM di Pangkalan Bun Park bisa ramai lagi,” kata Anik, Rabu (25/2).
Ia menilai penerangan menjadi salah satu faktor utama yang membuat pengunjung enggan datang. Anik berharap ada pembenahan serius, terutama soal lampu dan suasana kawasan agar lebih nyaman dan aman bagi pengunjung.
Menanggapi keluhan pedagang, Kepala Dinas PerindagkopUKM Kobar, Fitriana, mengatakan persoalan ini sudah dibahas bersama perwakilan pedagang dan sejumlah OPD terkait.
“Hal ini sudah kami bahas bersama beberapa perwakilan UMKM dan OPD lain. Salah satu hasil koordinasi adalah rencana memanfaatkan aset-aset OPD lain yang berada di jalur strategis, dengan tetap mempertimbangkan aspek teknis dan aturan pendukung,” jelas Fitriana.
Ia menambahkan, penggunaan aset OPD masih dalam proses dan menunggu kesepakatan bersama UMKM. “Beberapa SOP juga harus disesuaikan,” pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno