PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Abrasi di Pantai Keraya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, semakin mengkhawatirkan. Meski Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat telah membangun jalan alternatif, sebagian masyarakat dan pengunjung masih melintasi jalan di tepi pantai yang kondisinya terus tergerus abrasi.
Kondisi jalan tersebut dinilai tidak lagi layak dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Penggerusan bibir jalan sudah cukup parah, terlebih saat cuaca ekstrem melanda. Gelombang tinggi menyebabkan air laut naik hingga ke badan jalan, sementara cekungan akibat abrasi membuat jalan semakin menyempit.
Warga Desa Keraya, Ijam, mengatakan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat telah melakukan sejumlah upaya penanganan abrasi, salah satunya dengan membangun tanggul menggunakan geobag. Namun, upaya tersebut dinilai belum mampu menahan laju abrasi secara maksimal.
“Kalau angin kencang dan gelombang tinggi, air laut naik sampai daratan. Dinding jalan terus digerus, lama-lama bisa habis,” ujarnya.
Ia mengkhawatirkan, tanpa penanganan yang lebih serius, jalan tersebut berpotensi putus total akibat terjangan ombak. Menurutnya, pembangunan pemecah gelombang (breakwater) diperlukan meskipun membutuhkan anggaran besar, khususnya di kawasan pesisir Bugam Raya.
“Pantai ini merupakan destinasi wisata. Sudah seharusnya dibenahi, karena jika dibiarkan, jumlah kunjungan ke Pantai Keraya akan terus menurun,” pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno