PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Pendakwah kondang nasional, Agus Muhammad Iqdam Kholid atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Iqdam, dijadwalkan mengisi ceramah agama di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Kehadiran Gus Iqdam ini dipastikan akan menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat, khususnya kalangan muda, mengingat gaya dakwahnya yang khas dan mudah diterima berbagai lapisan.
Berdasarkan jadwal yang beredar, Gus Iqdam akan mengisi ceramah di dua lokasi berbeda. Agenda pertama akan berlangsung di Masjid Agung Riyadlus Shalihin, Jalan Sutan Syahrir, Pangkalan Bun, pada Jumat malam, 16 Januari 2026, setelah pelaksanaan salat Isya.
Masjid terbesar di Kobar ini diperkirakan akan dipadati jamaah dari berbagai wilayah.
Selanjutnya, Gus Iqdam akan melanjutkan safari dakwahnya pada Sabtu, 17 Januari 2026. Ceramah kedua akan digelar di Desa Berambai Makmur, Kecamatan Pangkalan Banteng, tepatnya di kawasan Simpang Berambai, dengan jadwal mulai pukul 19.00 WIB.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kobar, Muhammad Rubiansyah, saat dikonfirmasi membenarkan rencana kedatangan Gus Iqdam tersebut.
Ia menyampaikan bahwa pendakwah asal Jawa Timur itu dijadwalkan tiba di Kobar pada Jumat, 16 Januari 2026.
“Hingga saat ini rencananya Gus Iqdam akan mengisi ceramah di dua tempat, yakni Masjid Agung Riyadlus Shalihin dan Simpang Berambai Kecamatan Pangkalan Banteng,” ujar Rubiansyah.
Gus Iqdam sendiri dikenal luas melalui Majelis Sabilu Taubah. Ia memiliki ciri khas dakwah yang santai, humoris, serta membumi, sehingga mampu menarik perhatian anak muda hingga masyarakat marginal.
Pesan-pesan keagamaannya disampaikan dengan bahasa sederhana namun sarat makna, membuat ceramahnya mudah dipahami dan dirasakan manfaatnya.
Sementara itu, Bupati Kotawaringin Barat, Hj Nurhidayah, mengimbau sekaligus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan mengikuti ceramah tersebut.
Ia berharap kehadiran Gus Iqdam dapat membawa keberkahan serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di Kabupaten Kotawaringin Barat yang berjuluk Marunting Batu Aji. (sam)
Editor : Slamet Harmoko