Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Diserang Piton, Warga Kumai Dilarikan ke RSUD

Koko Sulistyo • Minggu, 4 Januari 2026 | 19:58 WIB

 

Mahdi terluka akibat serangan ular jenis phiton di Kumai Hilir, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Mahdi terluka akibat serangan ular jenis phiton di Kumai Hilir, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Seorang warga Kelurahan Kumai Hilir, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), diserang ular piton berukuran besar, Jumat (2/1) sekitar pukul 20.30 WIB. Korban bernama Mahdi (37) harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin Pangkalan Bun untuk mendapatkan perawatan medis.

Akibat serangan tersebut, Mahdi mengalami luka sobek pada kaki kanan dan harus mendapatkan sejumlah jahitan. Ular piton dengan panjang sekitar lima meter itu diduga menyerang dari bawah rumah panggung saat kondisi air Sungai Kumai sedang pasang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban berjalan kaki melewati sebuah gang kecil di tepi Sungai Kumai. Tiba-tiba, kepala ular besar muncul dan langsung menyambar kaki korban hingga menyebabkan luka serius.

Korban sempat melakukan perlawanan hingga berhasil melepaskan diri dari gigitan ular. Setelah itu, Mahdi menjauh dari lokasi kejadian dengan kondisi kaki mengalami pendarahan hebat sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit. 

Warga setempat kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada komunitas Pecinta Reptil Kobar. Tim segera mendatangi lokasi untuk melakukan pencarian terhadap ular piton tersebut.

Ular akhirnya ditemukan berada di bawah lantai ulin rumah warga. Proses evakuasi sempat mengalami kesulitan karena ukuran ular yang besar. Bahkan, ular tersebut sempat melilit tangan salah seorang anggota tim saat proses penyelamatan. Namun, berkat pengalaman petugas, ular berhasil diamankan dengan selamat.

Anggota Pecinta Reptil Kobar, Muhammad Ikhsan, mengatakan kemunculan ular tersebut diduga akibat gangguan habitat dan kondisi kelaparan.

“Karena lapar dan habitatnya terganggu, ular menjadi agresif saat ada warga yang melintas,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan adanya laporan warga yang melihat ular lain dengan ukuran lebih besar di sekitar permukiman. Oleh karena itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat air sungai pasang karena ular cenderung mencari tempat yang lebih kering.

Ular piton yang berhasil dievakuasi selanjutnya dimasukkan ke dalam kotak khusus dan akan diserahkan kepada Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, untuk dilepasliarkan ke habitat yang jauh dari permukiman warga.

“Kami mengimbau warga tetap waspada karena masih ada laporan keberadaan ular lain di sekitar rumah penduduk,” pungkasnya. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#piton #Kotawaringin Barat (Kobar) #ular