PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Aksi penyetruman di Daerah Aliran Sungai (Das) Lamandau semakin berani, biasanya mereka beraksi pada malam hari dan secara sembunyi-sembunyi, namun akhir-akhir ini dilakukan secara terang-terangan.
Penyetrum dengan media aki itu diketahui beraksi tepat di muara Danau Seluluk, yang masuk wilayah administrasi kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Meski sempat di rekam melalui video handphone oleh pembudidaya ikan yang banyak terdapat di aliran sungai tersebut, namun mereka enggan menangkap pelaku. Alasannya mereka sudah bosan dengan perilaku mereka, dan aparat juga tidak bertindak.
"Mungkin mereka sudah jenuh hingga malas sudah berurusan dengan pelaku penyetruman, jadi cuma di video dan diviralkan biar ada reaksi," ujar Hamdan, salah satu pembudidaya ikan, Jumat (2/1).
Salah satu warga Kelurahan Mendawai, Isai mengungkapkan dahulunya di Danau Seluluk merupakan surga bagi berbagai jenis ikan, salah satunya arwana, namun akibat ulah penyetrum sekarang sudah punah.
Diakuinya, para penyetrum saat ini mulai berani terang-terangan beraksi tanpa rasa takut, padahal ancaman pidananya lumayan berat.
Diduga semakin beraninya para penyetrum ini lantaran pengawasan yang kurang terhadap aktivitas ilegal fishing di Sungai Arut dan Sungai Lamandau.
Menurutnya penyetruman di danau seluluk dilakukan di tengah keramaian, baik pembudidaya maupun para pemancing udang galah, namun tidak ada yang berani untuk menegur dan menangkap pelaku.
"Kalau sudah semakin berani aktifitas penyetruman, siap-siap pemancing bakal gigit jari kalau mencari udang di Sungai Lamandau ini," pungkas Isai. (tyo/gus)
Editor : Slamet Harmoko