PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), masih menjadi komoditas dengan kenaikan tertinggi pada awal Desember 2025.
Berdasarkan pemantauan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kobar, beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, terutama dari kelompok cabai.
Sementara itu, sejumlah komoditas lain justru mencatat penurunan, dan sebagian besar kebutuhan pokok lainnya terpantau stabil.
Kenaikan tertinggi terjadi pada cabai rawit hijau yang melonjak 66,67 persen, dari Rp60 ribu menjadi Rp100 ribu per kilogram. Cabai rawit merah naik 32 persen, cabai merah keriting naik 12,12 persen, dan cabai merah besar naik 13,73 persen. Kenaikan ringan juga terjadi pada harga ikan nila segar, yaitu sebesar 2 persen dibanding minggu sebelumnya.
Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami penurunan harga. Bawang merah turun 4 persen, bawang putih turun 4,44 persen, dan penurunan signifikan terjadi pada daging ayam ras (broiler) yang melemah 8,17 persen dari Rp41.600 menjadi Rp38.200 per kilogram.
Ikan kembung segar juga turun 6,12 persen, dari Rp49 ribu menjadi Rp46 ribu per kilogram. Sementara itu, komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, tepung terigu, telur, dan kedelai tercatat stabil.
Kabid Perdagangan Disperindagkop UKM Kobar, Muhammad Suhendra, mengatakan bahwa fluktuasi harga tersebut masih dalam batas wajar dan dapat dikendalikan.
“Perubahan harga yang terjadi merupakan kondisi umum yang dipengaruhi faktor pasokan dan permintaan. Kami terus melakukan pemantauan rutin untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjaga dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus meningkatkan pengawasan serta koordinasi dengan pelaku pasar dan distributor untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap stabil menjelang akhir tahun.
“Dengan pengawasan yang berjalan secara berkala, diharapkan dinamika harga dapat dikendalikan dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan baik,” pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno