PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Puluhan lanjut usia (lansia) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengikuti prosesi wisuda program Sekolah Lansia SIDAYA yang digelar di Aula Sangga Banua, Kantor Bupati Kobar, Selasa (3/12). Prosesi wisuda dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kotawaringin Barat, Suyanto.
Dengan mengenakan toga lengkap, para peserta didampingi satu per satu untuk mengikuti prosesi pemindahan tali kuncir toga oleh Wakil Bupati Suyanto sebagai tanda resmi kelulusan mereka dari program pendidikan lansia tersebut.
Pada kesempatan itu, sebanyak 29 peserta Sekolah Lansia Standar 1 dari Desa Melawen dinyatakan lulus setelah mengikuti 12 kali pertemuan. Program ini memuat materi tujuh dimensi Lansia Tangguh yang mencakup penguatan fisik, sosial, mental, spiritual, serta peningkatan kemampuan adaptasi dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, 18 peserta Sekolah Lansia Standar 2 dari Desa Pasir Panjang juga dinyatakan lulus setelah mengikuti 12 kali pertemuan. Pada level ini, sekitar 40 persen materi difokuskan pada praktik kemandirian wirausaha sesuai minat dan kemampuan peserta, sebagai upaya mendorong produktivitas lansia.
Kegiatan wisuda turut melibatkan 78 kader dan pendamping yang selama ini berperan aktif dalam proses pembelajaran. Total peserta yang hadir mencapai 250 orang, menjadikan kegiatan ini momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, kader, dan masyarakat.
Wakil Bupati Suyanto mengatakan bahwa wisuda dan rapat koordinasi Sekolah Lansia SIDAYA dapat menjadi contoh bagi desa dan kelurahan lain di Kobar dalam upaya pemberdayaan lansia.
“Pemberdayaan lansia tidak hanya melalui sekolah lansia, tetapi juga harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari agar para lansia tetap mandiri, produktif, dan tidak bergantung,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat terus memperluas implementasi program SIDAYA dengan membentuk sekolah lansia di berbagai desa dan kelurahan, sejalan dengan kebijakan nasional.
“Sekolah lansia ini diharapkan menjadi ruang inovasi bagi kepala desa dan lurah dalam mengembangkan program pemberdayaan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno