Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ratusan Pengidap AIDS di Kotawaringin BArat Jalani Pengobatan ARV

Koko Sulistyo • Selasa, 2 Desember 2025 | 10:03 WIB
CEK KESEHATAN: Warga binaan Lapas Kelas IIB Sampit mengantre untuk dilakukan skrining penyakit menular HIV/AIDS, Selasa (03/09/24). ISTIMEWA/RADAR SAMPIT
CEK KESEHATAN: Warga binaan Lapas Kelas IIB Sampit mengantre untuk dilakukan skrining penyakit menular HIV/AIDS, Selasa (03/09/24). ISTIMEWA/RADAR SAMPIT

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025 di PT Trakindo Utama Pangkalan Bun, Senin (1/12).

Membacakan sambutan Bupati Kobar Nurhidayah, Wakil Bupati Suyanto mengatakan bahwa peringatan Hari AIDS Sedunia menjadi momentum untuk mengingatkan dunia bahwa HIV/AIDS masih menjadi tantangan global yang memerlukan perhatian dan komitmen bersama.

“Peringatan Hari AIDS Sedunia pertama kali dilaksanakan pada 1 Desember 1988 dan menjadi simbol solidaritas global untuk mencegah serta menanggulangi HIV,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tema global HAS 2025 “Overcoming Disruption, Transforming the AIDS Response” mengajak seluruh pihak memperkuat transformasi sistem layanan kesehatan di tengah dinamika sosial dan tantangan global.

Sementara tema nasional “Bersama Hadapi Perubahan, Jaga Keberlanjutan Layanan HIV” menegaskan pentingnya kemitraan dan konsistensi dalam menyediakan layanan yang ramah, inklusif, dan mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat.

Bupati Nurhidayah dalam sambutannya mengungkapkan bahwa situasi HIV di Kobar hingga Oktober 2025 masih menunjukkan pekerjaan besar yang harus diselesaikan pemerintah daerah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kobar, terdapat 69 kasus baru dengan total 832 orang yang hidup dengan HIV/AIDS.

“Sebanyak 453 orang di antaranya menjalani pengobatan ARV secara aktif di 12 layanan pengobatan HIV,” jelasnya.

Ia menambahkan, deteksi dini, penguatan layanan, penelusuran kasus, serta pendampingan untuk mencegah lost to follow up merupakan prioritas yang tidak dapat ditunda.

“Kita menyadari, kasus HIV ibarat fenomena gunung es. Dalam interaksi sehari-hari kita tidak tahu siapa saja yang terinfeksi. Karena itu, tes HIV sangat dianjurkan sebagai langkah antisipatif dan perlindungan,” katanya.

Pada peringatan HAS 2025 tersebut, pemerintah daerah memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang berkontribusi dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS di Kalimantan Tengah. Penerima penghargaan antara lain PT Trakindo Utama, Hotel Kecubung, Hotel Avilla, Hotel Chandra Jaya, Flamingo Karaoke, Hotel Mercure, Sulaiman, Vebbry Verdiansyah, Leni Rusmita, Maya Embun Sari, dan Rizki Delpiani.

Selain itu, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan dan skrining pemeriksaan HIV bagi karyawan PT Trakindo, serta penyuluhan yang diikuti seluruh karyawan Trakindo se-Kalteng melalui luring dan daring. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#kobar #AIDS