PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – PT Gunung Sejahtera Dua Indah (GSDI) dan PT Gunung Sejahtera Yoli Makmur (GSYM), salah satu anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro), kembali menyelenggarakan Festival Anak Santri sebagai agenda tahunan dalam rangka memperingati Hari Santri.
Tahun ini, festival mengusung tema “Menggali Potensi Anak Sejak Dini”, menegaskan pentingnya pembinaan karakter, mental spiritual, dan potensi diri bagi generasi muda di lingkungan perusahaan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Astra Agro dalam menciptakan manfaat luas bagi masyarakat, terutama dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas, namun juga memiliki akhlak mulia.
Festival tahunan ini diramaikan dengan 13 jenis perlombaan edukatif dan religius, yang diikuti oleh seluruh santriwan dan santriwati di lingkungan PT GSDI-GSYM.
Suasana kompetisi berlangsung meriah, penuh semangat, sekaligus sarat nilai religius dan kebersamaan.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid, M. Rifai, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kompetisi, namun menjadi sarana mempererat silaturahmi antar paguyuban serta manajemen perusahaan.
“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dengan kualitas yang semakin baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dukungan penuh disampaikan oleh Administratur PT GSDI-GSYM, Galang Bayu Amanda Putra, yang melihat pembinaan keagamaan sebagai pondasi utama pembentukan karakter generasi masa depan.
“Kami di manajemen memiliki beban dan tanggung jawab moral agar anak-anak di PT GSDI GSYM tumbuh dengan akhlak yang baik serta mampu meraih cita-cita. Pembinaan spiritual adalah benteng moral di tengah tantangan zaman,” tegasnya.
Selaras dengan visi dan misi “Prosper With The Nation”, Astra Agro terus mengembangkan program yang memberi nilai tambah bagi masyarakat, termasuk di bidang pendidikan, mental spiritual, dan pengembangan bakat anak.
Festival Anak Santri menjadi bukti nyata bahwa perusahaan tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada penciptaan masa depan yang lebih baik bagi komunitas di sekitarnya. (*)
Editor : Slamet Harmoko