PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Memasuki pekan ketiga September 2025, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mencatat sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional mengalami kenaikan.
Komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain cabai rawit hijau, cabai rawit merah, cabai merah keriting, bawang putih, daging ayam potong, dan beras premium.
Sementara itu, beberapa komoditas lainnya justru mengalami penurunan atau cenderung stabil dibandingkan pekan sebelumnya.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop UKM Kobar, Muhammad Suhendra, mengatakan bahwa fluktuasi harga yang terjadi umumnya dipengaruhi oleh faktor pasokan dan permintaan di pasar lokal. Pihaknya terus berkoordinasi dengan pemasok dan pedagang untuk mengantisipasi lonjakan harga.
“Berdasarkan pemantauan kami, harga beras premium tercatat naik 0,49 persen dibanding pekan lalu. Cabai merah keriting mengalami kenaikan cukup signifikan sebesar 14,52 persen, bawang putih naik 7,14 persen, dan harga daging ayam ras naik 3,86 persen,” jelas Suhendra, Rabu (24/9/2025).
Ia menambahkan, harga cabai rawit hijau naik sekitar 3,80 persen, sementara cabai rawit merah melonjak hingga 23,68 persen dalam sepekan terakhir.
Adapun rincian harga di pasar, cabai merah besar terpantau stabil di angka Rp70 ribu per kilogram. Namun, cabai merah keriting mengalami kenaikan dari Rp65 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram.
Cabai rawit hijau juga naik dari Rp75 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram, sedangkan cabai rawit merah sempat turun ke Rp50 ribu, lalu kembali naik ke Rp70 ribu per kilogram di akhir pekan.
“Kami terus melakukan pemantauan harga secara harian untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan sebagai dasar pengambilan kebijakan oleh pemerintah daerah,” tambahnya.
Sementara itu, sejumlah komoditas lainnya masih menunjukkan kestabilan. Harga bawang merah bertahan di angka Rp50 ribu per kilogram, bawang putih di Rp45 ribu, dan daging ayam ras di Rp43 ribu per kilogram.
“Pemerintah daerah melalui Disperindagkop UKM berkomitmen menjaga kestabilan pasokan serta mengantisipasi potensi lonjakan harga menjelang akhir bulan,” pungkas Suhendra. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno