PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat sejak dini hari hingga Rabu pagi (10/9), mengakibatkan banjir di Kecamatan Kumai. Puluhan rumah warga terendam dan dua kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi akibat tanah longsor.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus melakukan penanganan darurat di sejumlah lokasi terdampak. Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan mencapai 1 meter.
Plt Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kobar, Andang Santana, menjelaskan banjir disebabkan oleh intensitas hujan tinggi, buruknya saluran drainase, serta kondisi air laut yang sedang pasang.
“Hujan yang berlangsung sejak dini hari membuat drainase di permukiman meluap. Saluran air ini terhubung langsung ke Sungai Kumai yang pada saat bersamaan mengalami pasang,” jelas Andang.
Selain banjir, longsor juga terjadi di RT 06 Desa Sungai Kapitan, menyebabkan dua KK yang terdiri dari empat jiwa harus mengungsi. Longsor menyebabkan dinding dapur, kamar mandi, dan atap rumah mengalami kerusakan.
Berdasarkan data sementara BPBD, banjir merendam rumah di RT 01, 30 rumah di RT 02, dan 1 rumah di RT 09 Kelurahan Candi, serta 1 rumah di RT 02 Kelurahan Kumai Hulu. Kantor Urusan Agama (KUA) Kumai juga turut terdampak.
Hingga sore hari, personel BPBD bersama relawan masih melakukan penyedotan air menggunakan pompa portabel (mesin robin), serta membantu warga memindahkan barang-barang dari rumah yang tergenang.
“Untuk wilayah Desa Sungai Kapitan belum bisa dilakukan penanganan langsung, karena banjir berasal dari luapan Sungai Jayau yang terhubung ke laut. Saat ini, kondisi air laut masih pasang,” tambah Andang.
Ia menyebutkan, ketinggian air di dalam rumah warga rata-rata mencapai 20–30 sentimeter, sementara di ruas jalan lingkungan ketinggian bisa mencapai 1 meter.
“Hingga saat ini, penanganan masih berlangsung. Mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu, kami mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan,” pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno