Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Jalan Utama Pasir Panjang Dijadikan Arena Balapan Liar, Begini Dampaknya terhadap Masyarakat Umum

Koko Sulistyo • Senin, 8 September 2025 | 08:02 WIB
: Balapan liar di Jalan Utama Pasir Panjang, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kotawaringin Barat, Minggu (7/9) dinihari.
: Balapan liar di Jalan Utama Pasir Panjang, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kotawaringin Barat, Minggu (7/9) dinihari.

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Sekelompok remaja kembali menjadikan Jalan Utama Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), sebagai arena balapan liar, Minggu (7/9) sekitar pukul 02.15 WIB.

Aksi balap liar yang berlangsung pada dini hari tersebut menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Para pelaku memenuhi badan jalan dan bahkan menghentikan kendaraan yang melintas dari arah Kumai maupun Pangkalan Bun.

Menurut informasi dari warga, balapan dilakukan untuk menghindari pantauan aparat kepolisian. Diduga kuat, selain sekadar adu kecepatan, para joki juga terlibat dalam taruhan uang.

“Kalau hanya balapan biasa seperti di simpang Hastarini Jalan Ahmad Yani, mereka tidak sampai menghentikan kendaraan. Tapi kalau sudah mensterilkan jalan, itu tandanya mereka sedang bertaruh,” ujar Andre, warga Pangkalan Bun, Minggu (7/9). 

Ia menilai aksi para remaja tersebut sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya. Jalan Pasir Panjang merupakan jalur utama truk over dimension over loading (ODOL) dari Kumai menuju Kota Pangkalan Bun, dan telah sering terjadi kecelakaan di ruas ini.

“Saya heran, apakah orang tua mereka tidak tahu anak-anaknya keluyuran di jam segitu. Jangan sampai mereka jadi korban sia-sia akibat balapan liar. Orang tua harus lebih tegas,” tegasnya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Jamhari. Ia menyebutkan, aksi serupa juga terjadi di jalan menuju Kumpai Batu Bawah. Para pelaku menggunakan pola yang sama, yakni menghentikan kendaraan saat joki akan melakukan start.

Ia berharap, semua pihak, termasuk kepolisian, sekolah, dan orang tua, lebih serius menangani fenomena ini.

“Anak-anak ini seperti bermain kucing-kucingan dengan polisi. Mereka lihai memilih waktu dan lokasi. Jadi, perlu pendekatan edukatif dan pengawasan yang lebih ketat,” pungkasnya. (tyo/yit)

Editor : Heru Prayitno
#balap liar #Pangkalan Bun