PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Motif batik Baayun berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Cipta Desain Batik Khas Kotawaringin Barat (Kobar) yang diikuti oleh 74 peserta.
Pengumuman pemenang dilakukan bersamaan dengan peluncuran batik khas Kobar pada 23 Desember 2024 di Aula Sangga Banua, Kantor Bupati Kobar.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kobar, Hj. Harli Saparia, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat dalam menghadirkan karya-karya terbaik yang merepresentasikan budaya Kobar.
Motif batik Baayun dinilai unggul karena mengandung makna budaya yang mendalam dan desain yang menarik.
Baayun, yang berarti ayunan, merepresentasikan tradisi masyarakat Kotawaringin Barat dalam mengayun anak balita menggunakan alat khas.
Ornamen Dayak pada motif ini memperkuat kesan tradisional, ditambah dengan gambar burung rangkong yang melambangkan kewibawaan.
Elemen lain seperti gambus, alat musik tradisional yang sering digunakan dalam tarian batirik, serta payung kerajaan memberikan sentuhan kemewahan dan keagungan, mengingat Kobar memiliki sejarah kesultanan yang kuat.
Menurut Hj. Harli, kegiatan ini bertujuan tidak hanya mencari desain terbaik, tetapi juga menggali potensi kreativitas masyarakat.
“Yang membanggakan, semua peserta adalah warga Kobar. Ini menunjukkan bahwa kreativitas warga Kobar sangat luar biasa,” ungkapnya.
Harli juga menambahkan bahwa batik ini diharapkan mampu menjadi identitas lokal yang dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional.
Pj. Bupati Kobar, Budi Santosa, turut memberikan apresiasi atas pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa batik bukan hanya sekadar kain bermotif indah, melainkan simbol identitas budaya dan cerita dari setiap pola yang tercipta.
“Peluncuran batik khas Kobar ini merupakan langkah strategis dalam memajukan budaya lokal sekaligus meningkatkan nilai ekonominya. Dengan identitas kuat seperti ini, batik Kobar memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujarnya.
Dari total 10 pemenang, tiga di antaranya dinobatkan sebagai juara favorit. Penilaian untuk kategori ini juga didukung melalui media sosial, menunjukkan semangat keterlibatan masyarakat dalam mendukung budaya lokal.
Selain motif Baayun, motif-motif lain seperti Kriang Kriut dan Barosih Banua turut membawa cerita khas budaya Kobar yang beragam.
Acara ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak 15 Oktober hingga 16 November 2024.
Seluruh rangkaian dirancang untuk melibatkan seniman lokal dan pelaku UMKM, memberikan ruang bagi mereka untuk mengeksplorasi ide-ide cemerlang dalam menghasilkan karya yang dapat menjadi kebanggaan daerah.
Melalui batik, budaya Kobar diharapkan semakin dikenal luas. “Batik bukan hanya kain, tapi simbol budaya. Setiap motif memiliki cerita yang bisa kita perkenalkan ke dunia luar,” tambah Budi.
Batik Kobar kini diharapkan menjadi salah satu media promosi yang efektif dalam memperkenalkan kekayaan budaya Kobar ke berbagai penjuru.
Dengan kemenangan ini, motif batik Baayun diharapkan menjadi inspirasi dan motivasi bagi masyarakat untuk terus melestarikan budaya melalui seni batik. Karya ini juga menjadi bukti bahwa kreativitas lokal mampu bersaing dan memberikan dampak positif bagi perkembangan budaya dan ekonomi daerah. (sam)
Editor : Slamet Harmoko