Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

GAPKI Lanjutkan Penanaman Mangrove di Desa Sebuai, Tahap ke-3 Sudah Capai 50 Hektare

Slamet Harmoko • Sabtu, 14 September 2024 | 19:05 WIB
Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono dan Asisten II Setda Kobar, Kamaludin saat penanaman mangrove di desa Sebuai, Sabtu (14/9/2024).
Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono dan Asisten II Setda Kobar, Kamaludin saat penanaman mangrove di desa Sebuai, Sabtu (14/9/2024).

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) kembali melanjutkan penanaman mangrove di Desa Sebuai, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, pada Sabtu (14/9/2024).

Kegiatan ini merupakan tahap ketiga dari program penanaman yang dimulai pada Desember 2021, dengan total luas yang telah ditanam saat ini mencapai 50 hektare.

Direktur Eksekutif GAPKI Pusat, Mukti Sardjono menjelaskan bahwa penanaman ini adalah tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya dan merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves).

Penanaman ini bekerja sama dengan Kelompok Tani, Talok, Hutan Mangrove Desa Sebuai.

"Meskipun penanaman ini adalah tahap ketiga, hasil evaluasi dari penanaman pertama dan kedua menunjukkan keberhasilan yang sangat baik, dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai 90 persen. Untuk tahap ketiga ini, kami akan menggunakan paralon untuk melindungi pohon dari kepiting, supaya tingkat kelangsungan hidupnya semakin tinggi," ujar Mukti.

Dia menambahkan bahwa kegiatan ini membuktikan komitmen GAPKI terhadap lingkungan, tidak hanya fokus pada pengelolaan sawit. Beberapa anggota GAPKI sendiri pada kesempatan lain juga turut serta dalam penanaman mangrove.

Mukti juga menekankan bahwa penanaman mangrove tidak hanya dilakukan begitu saja, tetapi juga dievaluasi dan dimonitor secara berkelanjutan.

Kelompok tani di Desa Sebuai rutin melaporkan perkembangan tanaman mangrove tersebut.

Selain berfungsi sebagai pencegah abrasi, mangrove juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani di desa tersebut.

Penjabat Bupati Kotawaringin Barat yang diwakili oleh Asisten II Setda Kobar, Kamaludin, mengapresiasi inisiatif GAPKI ini.

Ia menyatakan bahwa Desa Sebuai sangat beruntung terpilih sebagai lokasi penanaman, mengingat keterbatasan anggaran pemerintah dalam penanganan abrasi pantai.

Dukungan dari sektor swasta, seperti yang diberikan GAPKI, sangat membantu upaya tersebut. Kamaludin juga menekankan pentingnya mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Desa Sebuai, Tohari, selain mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan GAPKI, menurutnya program penanaman mangrove ini telah memberikan dampak positif besar bagi desa, terutama dalam melestarikan lingkungan dan mencegah abrasi pantai.

Masyarakat desa sangat antusias dan aktif terlibat dari tahap penyiapan bibit hingga pelaksanaan penanaman.

Keterlibatan ini tidak hanya memberikan dukungan moral tetapi juga edukasi tentang pentingnya konservasi lingkungan.

"Program penanaman mangrove dari GAPKI telah meningkatkan kualitas lingkungan dan membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan baru serta terlibat dalam aktivitas yang bermanfaat. Kesadaran akan pentingnya mangrove semakin meningkat berkat dorongan dan bimbingan GAPKI," kata Tohari. (sam/sla)

Editor : Slamet Harmoko
#kumai #sawit #Desa Sebuai #GAPKI Tanam Mangrove #kobar #abrasi pantai #ekosistem #Pangkalan Bun #kalteng #pantai #mangrove #Mukti Sardjono #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia