Bundaran Jagung yang diharapkan menjadi ikon tersebut, jternyata diakui masyarakat setempat tidak berfungsi layaknya bundaran sejak selesai dibangun.
Pasalnya sebagai sebuah bundaran yang berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani (Trans Kalimantan) harusnya arus lalu lintas melewati dua sisi bundaran seperti Bundaran Pangkalan Lima maupun Bundaran Pancasila. Sementara sampai saat ini hanya satu sisi jalur saja yang digunakan sebagai jalur lalu lintas.
Dengan kondisi tersebut asas kemanfaatan bundaran tersebut tidak dirasakan, apalagi mengatasnamakan estetika dan keindahan.
Tokoh masyarakat Desa Sumber Agung yang juga mantan Anggota DPRD Kobar Sri Purwanti menegaskan, selaku masyarakat ia menilai bahwa Bundaran Jagung di Desa Sumber Agung, Kilometer 26 bukan layaknya sebuah bundaran yang bisa difungsikan secara normal.
"Saya berharap agar bundaran tersebut dikembalikan kepada fungsinya, sehingga mempunyai kemanfaatan bagi masyarakat, apalagi berada di jalur provinsi," tegasnya, Senin (22/8).
Diharapkannya, bundaran jagung yang merupakan aset pemerintah daerah tersebut dapat diperbaiki dan dikembalikan fungsinya sehingga menjadi akses yang nyaman dan aman bagi masyarakat.
Bundaran Jagung menurutnya dapat menjadi ikon Kobar bila pemerintah daerah berniat untuk memperbaiki baik melalui anggaran APBD maupun anggaran lainnya yang tersedia.
"Bundaran Jagung ini sepertinya dibangun atas representasi dari program jagung pemerintah terdahulu, tapi kemanfaatannya tidak dipertimbangkan sehingga terbengkalai seperti saat ini," keluhnya.
Kepala Desa Sumber Agung, Lilik mengatakan bahwa mereka sudah berupaya untuk melakukan pemeliharaan dengan membersihkan area Bundaran Jagung tersebut secara swadaya, meskipun Bundaran Jagung tersebut bukan wewenang pemerintah desa setempat.
"Pernah kami swadaya bersihkan bersama-sama tetapi kami tidak mampu dengan keterbatasan anggaran dan itu aset daerah jadi bukan kewenangan kami, dan kami juga tidak tahu bagaimana bisa rusak," tegasnya.
Ia berharap agar pemerintah daerah mengembalikan asas manfaatnya terutama untuk masyarakat, agar kawasan bundaran mampu digunakan sebagai ajang menyalurkan ekspresi kreatif anak muda desa setempat.
"Karena Bundaran Jagung sebagai ikon kecamatan pangkalan lada dan desa kami mendapatkan imbas dari manfaaat yang baik atas dibangunnya bundaran tersebut," pungkasnya (tyo/sla) Editor : Administrator