Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Polda Kalteng Kerahkan 2.300 Personel Gabungan untuk Pengamanan Idulfitri 1447 Hijriah

Dodi Abdul Qadir • Kamis, 5 Maret 2026 | 20:41 WIB

RAKOR: Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan memimpin rapat koordinasi lintas sektoral bidang operasional Operasi Ketupat Telabang 2026 yang digelar di Mapolda Kalteng, Kamis (5/3/2026).
RAKOR: Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan memimpin rapat koordinasi lintas sektoral bidang operasional Operasi Ketupat Telabang 2026 yang digelar di Mapolda Kalteng, Kamis (5/3/2026).

PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Pengamanan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai dipersiapkan secara matang.

Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) memastikan ribuan personel gabungan dari berbagai instansi akan dikerahkan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif selama Ramadan hingga pascalebaran.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan, sebanyak 2.300 personel gabungan akan dilibatkan dalam Operasi Ketupat Telabang 2026 untuk memastikan seluruh rangkaian perayaan Idulfitri berjalan aman dan lancar.

Penegasan tersebut disampaikan langsung Kapolda saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral bidang operasional Operasi Ketupat Telabang 2026 yang digelar di Mapolda Kalteng, Kamis (5/3/2026).

“Ada 2.300 personel gabungan dari berbagai lintas instansi yang disiapkan untuk mengamankan pelaksanaan Idulfitri 1447 Hijriah. Ini semua untuk masyarakat agar kita bisa menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif dan pelaksanaan Idulfitri berjalan lancar,” tegas Iwan.

Menurut Kapolda, pola pengamanan tahun ini mengalami perubahan paradigma dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya pengamanan lebih difokuskan pada arus mudik dan arus balik, kini pengamanan diperluas mencakup seluruh rangkaian aktivitas masyarakat selama bulan Ramadan hingga pascalebaran.

Polda Kalteng akan memberikan perhatian khusus pada kegiatan ibadah umat muslim yang berlangsung selama Ramadan, mulai dari tadarus Al-Qur’an, salat tarawih berjamaah, hingga aktivitas sosial seperti pembagian zakat.

“Kami mengamankan seluruh kegiatan ibadah selama bulan puasa, seperti tadarus, tarawih, hingga kegiatan pembagian zakat. Setelah Idulfitri pun pengamanan tetap berjalan, termasuk pada objek-objek wisata yang biasanya ramai dikunjungi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peningkatan aktivitas masyarakat selama Ramadan dan libur Lebaran berpotensi memunculkan berbagai kerawanan, mulai dari gangguan keamanan, kemacetan lalu lintas, hingga kecelakaan di jalan raya.Karena itu, koordinasi lintas instansi dinilai menjadi kunci penting untuk memastikan pengamanan berjalan maksimal.

Lanjutnya, selain menyiagakan ribuan personel untuk pengamanan Lebaran, Polda Kalteng juga mempersiapkan personel khusus untuk menghadapi potensi bencana alam.

Kapolda mengungkapkan, sekitar 1.160 personel tambahan telah disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana seperti banjir maupun tanah longsor yang dapat terjadi sewaktu-waktu selama musim penghujan.

Penyiapan personel tersebut dilakukan berdasarkan pemetaan potensi bencana yang diperoleh dari data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Sekitar 1.160 personel kami siagakan untuk mengantisipasi potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor. Semua itu berdasarkan pemetaan yang kami lakukan bersama data dari BMKG,” jelasnya.

Kata dia, selain itu, pihak kepolisian bersama instansi terkait juga telah memetakan sejumlah titik rawan di wilayah Kalimantan Tengah. Pemetaan tersebut mencakup daerah rawan kemacetan, rawan kecelakaan lalu lintas, hingga kawasan yang berpotensi mengalami bencana alam.

“Langkah ini dilakukan agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan tepat apabila terjadi situasi darurat,”tegasnya.

Kapolda optimistis pengamanan Idulfitri tahun ini dapat berjalan maksimal berkat sinergi antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, TNI, hingga dukungan masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi yang baik antarinstansi sangat penting dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah Ramadan maupun merayakan Idulfitri.

“Kami optimistis dengan sinergitas antara pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat, Operasi Ketupat Telabang 2026 ini dapat berjalan maksimal dalam memberikan pelayanan serta rasa aman bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga berharap rapat koordinasi lintas sektoral tersebut dapat memperkuat kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan selama periode Lebaran.

Kapolda menmabhkan, secara konkret juga mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

Ia meminta masyarakat tidak ragu melaporkan apabila melihat atau menemukan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Masyarakat dapat memanfaatkan layanan Call Center 110 yang disediakan oleh kepolisian untuk melaporkan kejadian darurat maupun potensi gangguan kamtibmas. Layanan Call Center 110 apabila melihat atau menemukan tindakan yang berpotensi mengganggu kamtibmas di Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Ia menambhkan lagi, dengan adanya laporan dari masyarakat, kata Kapolda, potensi gangguan keamanan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

“Dengan demikian potensi-potensi itu dapat segera ditangani agar tidak mengganggu situasi kamtibmas di Kalimantan Tengah yang selama ini sudah kondusif. Konkretnya, mari kita sama-sama menjaga Bumi Tambun Bungai yang kita cintai ini,” pungkasnya. (daq/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#polda kalteng #idulfitri #pengamanan #lebaran #operasi ketupat