Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Program Pendidikan Huma Betang di Kalteng Tuai Kepuasan Nyaris Sempurna

Dodi Abdul Qadir • Senin, 12 Januari 2026 | 12:54 WIB
PENDIDIKAN : Transformasi sektor pendidikan di Kalimantan Tengah (Kalteng) di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo menunjukkan hasil yang sangat positif.(Diskomin
PENDIDIKAN : Transformasi sektor pendidikan di Kalimantan Tengah (Kalteng) di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo menunjukkan hasil yang sangat positif.(Diskomin

PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Transformasi sektor pendidikan di Kalimantan Tengah (Kalteng) di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo menunjukkan hasil yang sangat positif. Program Pendidikan Huma Betang yang menjadi tulang punggung reformasi pendidikan daerah mendapat respons nyaris sempurna dari publik.

Hasil Survei Teropong Daerah yang dilakukan Litbang Kompas secara tatap muka pada 6–10 Oktober 2025 mencatat tingkat kepuasan masyarakat mencapai 97,8 persen terhadap pelaksanaan Program Pendidikan Huma Betang.

Survei tersebut melibatkan 200 responden yang dipilih secara purposif, terdiri dari pelajar dan tenaga pendidik jenjang pendidikan menengah di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

Capaian tersebut menunjukkan hampir seluruh responden menilai program pendidikan unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah itu berjalan sesuai harapan. Selain itu, persepsi publik terhadap kinerja Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran juga tercatat sangat tinggi, yakni mencapai 97,6 persen.

Survei Litbang Kompas mengkaji berbagai aspek yang membentuk penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah. Program Pendidikan Huma Betang dinilai sebagai langkah strategis Pemprov Kalteng dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui reformasi pendidikan yang terarah dan inklusif.

Evaluasi publik difokuskan pada empat pilar utama Program Pendidikan Huma Betang, yakni digitalisasi pendidikan, peningkatan sarana dan prasarana sekolah, Kelas Digital Huma Betang, serta program beasiswa pendidikan. Digitalisasi pendidikan diwujudkan melalui penyaluran perangkat televisi interaktif dan penyediaan akses internet gratis di sekolah-sekolah. Sementara itu, peningkatan sarana dan prasarana dilakukan melalui renovasi dan pembaruan fasilitas pendidikan.

Kelas Digital Huma Betang dikembangkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah sebagai platform pembelajaran daring untuk memperluas akses belajar jarak jauh, khususnya bagi wilayah dengan keterbatasan geografis. Adapun program beasiswa diwujudkan dalam bentuk kebijakan sekolah gratis serta bantuan seragam bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Keempat program tersebut memperoleh penilaian efektivitas yang baik dari publik. Program digitalisasi pendidikan menjadi aspek yang paling diapresiasi dengan tingkat kepuasan mencapai 95 persen. Responden menilai digitalisasi mampu meningkatkan mutu pembelajaran, mempermudah akses informasi, serta membuat proses belajar mengajar lebih efisien.

Mayoritas responden juga merasakan perbaikan signifikan pada kondisi sekolah, dengan tingkat persetujuan mencapai 79,9 persen. Indikator utama perubahan positif yang dirasakan meliputi ketersediaan fasilitas umum, akses internet, serta pasokan listrik di lingkungan sekolah.

Meski demikian, survei juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang masih dihadapi. Di antaranya adalah kesiapan tenaga pendidik dan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi, keterbatasan pasokan listrik, serta belum meratanya jaringan internet di beberapa wilayah.

Responden menilai peningkatan kompetensi guru dan pendampingan bagi pelajar perlu terus diperkuat agar pemanfaatan teknologi berjalan optimal dan bertanggung jawab.

Pelatihan berkelanjutan bagi guru serta pendampingan siswa dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

Selain itu, keterbatasan infrastruktur dasar masih menjadi hambatan utama dalam pelaksanaan Kelas Digital Huma Betang di daerah tertentu. Kendati demikian, publik tetap optimistis Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mampu mengatasi tantangan tersebut secara bertahap.

Sebagai informasi, Program Pendidikan Huma Betang resmi diluncurkan pada 10 September 2025 setelah melalui tahap perancangan sejak 2024, dan direncanakan akan diperluas cakupannya pada 2026. Evaluasi publik oleh Litbang Kompas mencatat tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen dengan margin of error sekitar 6,89 persen.

Survei tersebut juga menunjukkan tingkat optimisme masyarakat mencapai 96,1 persen, serta dukungan publik terhadap pelaksanaan Program Pendidikan Huma Betang sebesar 98 persen. Tingginya dukungan ini menjadi modal kuat bagi Pemprov Kalteng untuk melanjutkan agenda transformasi pendidikan secara berkelanjutan.

Keberhasilan Program Pendidikan Huma Betang pun dipandang sebagai salah satu indikator utama dalam penilaian kinerja Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, khususnya dalam menghadirkan kebijakan pendidikan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan berbagai program pendidikan sepanjang tahun 2025. Ia menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh serta membuka ruang diskusi bagi seluruh jajaran untuk menyampaikan saran, masukan, dan gagasan.

Sebagai solusi pengembangan ke depan, Dinas Pendidikan Kalteng mendorong penerapan ekosistem pembelajaran dengan komposisi 70 persen digital dan 30 persen konvensional melalui pemanfaatan papan tulis digital dan televisi interaktif.

“Fokus utama Disdik Kalteng pada 2026 adalah digitalisasi pembelajaran agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa. Selain itu, program kelas bahasa asing juga diperluas. Jika sebelumnya mencakup Bahasa Inggris, Jerman, Jepang, Arab, dan Prancis, kini ditambah Bahasa Mandarin, Korea, dan Portugis,” tandasnya, Minggu (11/1/2026). (daq/sla)

 

 

 

Editor : Slamet Harmoko
#pendidikan #Huma Betang #kalteng