PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com - Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palangka Raya menindaklanjuti laporan warga terkait keberadaan sarang tawon vespa di dalam rumah, tepatnya di area dapur, Selasa (23/12/2025) malam.
Koordinator Tim Rescue Damkar Kota, Sucipto menjelaskan bahwa kejadian bermula saat penghuni rumah yang sekaligus pelapor sedang memasak di dapur rumahnya di Jalan Tjilik Riwut Km 11. Tiba-tiba, pelapor merasakan sengatan di bagian kepala.
“Awalnya pelapor mengira hanya benda biasa. Tawon sempat dipungut menggunakan tangan lalu dilempar ke lantai. Setelah dilihat, ternyata itu tawon vespa, namun hanya satu ekor yang terlihat,” ujar Sucipto, Rabu (24/12/2025).
Karena panik, pelapor langsung berlari ke kamar dan menutup pintu. Tindakan tersebut membuatnya terhindar dari sengatan tawon lebih banyak. Namun, seiring waktu, dampak sengatan justru semakin terasa. Pelapor mengalami nyeri hebat di kepala dan gangguan pernapasan.
Dalam kondisi tersebut, pelapor menghubungi atasannya di tempat bekerja. Tak lama kemudian, sang atasan datang ke rumah dan langsung membawa pelapor ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
“Setelah mendapat perawatan, pernapasan pelapor mulai lega. Namun, nyeri di bagian kepala masih terasa hingga 1x24 jam dan sempat membuat pelapor tidak bisa tidur,” jelas Sucipto.
Keesokan harinya, kondisi pelapor mulai membaik. Rasa sakit perlahan berkurang dan berangsur menghilang. Atas kejadian tersebut, pelapor kemudian melaporkan keberadaan sarang tawon vespa ke Tim Rescue Damkar.
Menindaklanjuti laporan itu, Tim Rescue Damkar segera melakukan evakuasi sarang tawon vespa yang berukuran sekitar 40 sentimeter. Evakuasi dilakukan pada malam hari untuk meminimalkan risiko.
Damkar mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan sarang tawon berbahaya di lingkungan rumah, serta tidak mencoba menanganinya sendiri demi keselamatan.
“Alhamdulillah, proses evakuasi berjalan lancar. Sarang tawon berhasil diamankan tanpa ada korban tambahan,” pungkas Sucipto. (daq/fm)
Editor : Farid Mahliyannor