Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Disdik Palangka Raya Berkomitmen Lestarikan Bahasa Daerah

Dodi Abdul Qadir • Selasa, 4 November 2025 | 07:10 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Jayani menghadiri Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Kalteng 2025.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Jayani menghadiri Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Kalteng 2025.

PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, secara resmi menghadiri Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Tahun 2025.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menerima piagam penghargaan yang diberikan kepada Pemerintah Kota Palangka Raya.

Revitalisasi bahasa daerah dilakukan untuk menempatkan kembali bahasa daerah di ranah yang semestinya serta mempromosikannya kepada penutur muda.

Upaya ini sejalan dengan Peraturan Daerah Kalimantan Tengah Nomor 3 Tahun 2022 tentang Pembinaan Bahasa Indonesia dan Pelestarian Bahasa dan Sastra Daerah, yang menegaskan bahwa tanggung jawab pelestarian bahasa dan sastra daerah berada di pundak pemerintah daerah.

Jayani mengatakan, pelaksanaan FTBI merupakan bagian dari upaya revitalisasi bahasa daerah agar bahasa ibu tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah melestarikan bahasa daerah sebagai bahasa tutur yang diwariskan sejak lahir. Kami ingin memastikan agar bahasa daerah tetap hidup, berkembang, dan menjadi bagian dari identitas budaya kita,” ujarnya. 

Di Palangka Raya, bahasa Dayak Ngaju menjadi salah satu bahasa yang terus dipelajari dan dilombakan dalam kegiatan FTBI. Jayani berharap, melalui pembinaan yang berkelanjutan, kecintaan terhadap bahasa daerah semakin tumbuh di kalangan pelajar.

“Kami melihat antusiasme yang tinggi dari para siswa. Mudah-mudahan, tahun ini Palangka Raya dapat kembali mempertahankan prestasi juara umum seperti tahun lalu,” katanya optimistis.

Jayani menambahkan, peserta yang mewakili Kota Palangka Raya merupakan juara dari lomba di tingkat kota. Sebagian besar berasal dari sekolah yang memiliki pembinaan kuat dalam bidang bahasa dan sastra daerah.

“Rata-rata peserta berasal dari sekolah dengan pembinaan bahasa daerah yang baik, seperti SMPN 2 dan SD Percobaan yang aktif dalam kegiatan tersebut,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Daerah dan semua pihak yang berperan dalam sosialisasi serta pelestarian bahasa daerah.

“Pelestarian bahasa daerah merupakan tanggung jawab utama pemerintah daerah. Kami juga terus menyiapkan berbagai upaya untuk menjaga keberlangsungan bahasa daerah,” tambahnya.

Tahun ini, terdapat 10 bahasa daerah yang diperlombakan dalam FTBI, yakni Dayak Ngaju, Dayak Maanyan, Dayak Bakumpai, Melayu Kotawaringin, Dayak Siang, Ot Danum, Melayu Sukamara, Dayak Sampit, dan Dayak Katingan. Kegiatan ini diikuti oleh 12 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah. (daq/yit)

Editor : Heru Prayitno
#bahasa daerah #Disdik Palangka Raya