PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Pemerintah Kota Palangka Raya memperkuat pelayanan kesehatan selama dan setelah bencana karhutla. Upaya tersebut dilakukan melalui pengadaan obat-obatan, pembagian masker dan vitamin, serta penyediaan sarana pendukung oksigen.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan mengatakan, anggaran belanja dana penanganan karhutla digunakan untuk keperluan medis habis pakai dan obat-obatan sebesar Rp291 juta.
Pengadaan tersebut antara lain mencakup vitamin, obat batuk, masker medis, oksigen kaleng, serta sejumlah peralatan kesehatan.Dinas Kesehatan juga membangun rumah oksigen di 47 titik. Selain itu, dilakukan pengadaan 30 tabung oksigen, alat pengukur tekanan darah, oksimeter, dan regulator oksigen untuk mendukung pelayanan kesehatan.
“Pelayanan kesehatan selama bencana dilakukan. Pascabencana juga tetap kami perhatikan melalui 11 puskesmas dan 43 puskesmas pembantu. Kalau masyarakat sakit atau ingin memeriksakan kesehatan, silakan datang ke fasilitas kesehatan,” kata Riduan.
Dia memastikan pelayanan kesehatan tetap tersedia setelah masa tanggap darurat. Masyarakat yang mengalami keluhan akibat paparan asap diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Baca Juga: Kasus ISPA di Kotim Meningkat! Akibat Kabut Asap Karhutla, Lansia Berkomorbid Paling Rentan
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih menjadi salah satu perhatian utama selama periode karhutla. Pada Oktober, jumlah kasus ISPA rawat jalan tercatat lebih dari 3.000 kasus.
“Secara kumulatif, kasus ISPA rawat jalan mencapai lebih dari 13.000 kasus. Sementara itu, kasus ISPA yang menjalani rawat inap tercatat sebanyak 314 kasus,”papar Riduan.
Ia menambahkan, Dinas Kesehatan juga mencatat masih adanya pasien dengan keluhan ISPA, termasuk mereka yang memiliki riwayat penyakit asma. Karena itu, masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau gejala yang semakin berat.
“Pemerintah berharap penanganan karhutla melalui dukungan anggaran, kesiapsiagaan petugas, penegakan hukum, serta pelayanan kesehatan dapat mengurangi dampak bencana terhadap masyarakat Palangka Raya,”pungkasnya. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama