PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Di tengah upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng), fasilitas pendukung pemadaman justru dilaporkan hilang.
Empat batang pipa sumur bor di kawasan Katune, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, raib. Hilangnya pipa tersebut berpotensi mengganggu pemanfaatan sumber air untuk mendukung pemadaman Karhutla.
Personel Polsek Bukit Batu, Polresta Palangka Raya menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengecek lokasi kejadian pada Minggu (11/10/2026).
Baca Juga: Pabrik Pakan Parenggean, Harapan Baru Peternak Kotim
Pemeriksaan dimulai sekitar pukul 14.30 WIB oleh personel piket SPKT Regu I, Aiptu Edi Ginawan dan Bripka Hendrikus Lopis, setelah menerima informasi dari petugas Taman Nasional Sebangau.
Berdasarkan hasil pengecekan, pipa yang hilang merupakan bagian dari sumur bor dengan kedalaman 16 meter. Total terdapat empat batang pipa dengan panjang masing-masing sekitar empat meter yang sebelumnya dipasang untuk mendukung ketersediaan air dalam penanggulangan karhutla.
Kehilangan itu pertama kali diketahui pada Rabu (7/10/2026), sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, petugas karhutla Satbrimob Polda Kalteng hendak menggunakan sumur bor tersebut.
Baca Juga: Empat Desa di Katingan Belum Terjangkau Internet, Starlink jadi Andalan
Namun, pipa yang dibutuhkan sudah tidak ditemukan. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada petugas Taman Nasional Sebangau yang berada di kawasan Katune.
Kapolsek Bukit Batu IPDA Muhammad Hafiizh Ramadhan membenarkan hal itu fan menyayangkan hilangnya fasilitas yang diperuntukkan bagi kepentingan penanggulangan Karhutla tersebut.
“Benar, ada kehilangan. Di saat berbagai pihak berupaya melakukan pencegahan dan pemadaman karhutla, justru ada tindakan yang diduga menghilangkan fasilitas pendukung tersebut. Seharusnya kita saling membantu, bukan melakukan tindakan tidak terpuji yang justru menghambat upaya penanggulangan Karhutla,” terangnya, Senin (12/10/2026).
Baca Juga: Karhutla Gerus Penghasilan Petani. Irawati: Khawatir Warga Kotim Makin Miskin
Kata dia, dari pemeriksaan awal, lokasi sumur bor diketahui cukup jauh dari permukiman warga. Polisi juga tidak menemukan sisa maupun bekas pipa di sekitar lokasi.
Sementara itu, informasi dari saksi-saksi masih terbatas sehingga diperlukan penelusuran lebih lanjut untuk mengungkap peristiwa tersebut. Petugas telah mendokumentasikan tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan informasi sebagai bahan penyelidikan.
”Kami lakukan penyelidikan,” tegasnya.
Baca Juga: Jalan Terjal Padamkan Api Seranau dan Pulau Hanaut, Menhut Diminta Lihat Langsung ke Titik Karhutla
Hafiizh menambahkan masyarakat yang mengetahui informasi mengenai hilangnya pipa sumur bor tersebut agar segera melapor kepada Bhabinkamtibmas atau langsung ke Polsek Bukit Batu.
Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak merusak maupun mengambil inventaris yang digunakan untuk mendukung pemadaman karhutla, termasuk fasilitas sumur bor di wilayah Kecamatan Bukit Batu.
“Fasilitas ini disiapkan untuk kepentingan bersama, terutama dalam mendukung upaya pemadaman karhutla. Karena itu, mari kita jaga bersama dan segera laporkan jika mengetahui informasi terkait hilangnya pipa tersebut,” tandasnya. (daq/fm)
Editor : Farid Mahliyannor