PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Dua sekolah asal Kota Palangka Raya mengikuti Kompetisi Juara Kelas Indonesia Tahun 2026 Regional Kalimantan di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Selatan, 2–4 Oktober 2026.
Kedua sekolah tersebut yakni SD Negeri 6 Bukit Tunggal dan SDIT Al Ghazali. Masing-masing mengirimkan tiga siswa untuk mengikuti kompetisi yang menjadi wadah pengembangan kemampuan akademik sekaligus penguatan karakter peserta didik.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Aprae Vico Ranan, menyampaikan apresiasi kepada para siswa, guru pendamping, dan kepala sekolah yang telah mendukung keikutsertaan dalam kompetisi tersebut.
“Selamat dan sukses kepada perwakilan sekolah dari Kota Palangka Raya yang berlaga mengikuti pertandingan Kompetisi Juara Kelas Indonesia Tahun 2026 Regional Kalimantan,” kata Aprae, Senin (5/10/2026).
Dari SD Negeri 6 Bukit Tunggal, peserta yang mengikuti kompetisi yakni Adelia Ayu Zafirah, Audry Cellia Azzahra, dan Nataniel Adrian Yehuda. Ketiganya didampingi guru pendamping Istigna, S.Pd.
Sementara itu, SDIT Al Ghazali mengirimkan Aisha Ratifa Farhana, Alfarezyio Harraga Dodiawan, dan Azzam Ahmed Hamzah. Mereka didampingi Dhesi Normala Sari.
Menurut Aprae, keikutsertaan dalam kompetisi tingkat regional menjadi pengalaman penting bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan dan kepercayaan diri. Perjuangan para peserta juga dinilai patut diapresiasi karena membutuhkan kesiapan, semangat, dan kerja keras dari siswa serta pihak yang mendukung.
“Terima kasih atas perjuangan, semangat, dan kerja keras para peserta, guru pendamping, serta kepala sekolah selama mengikuti pertandingan ini hingga membawa nama harum Kota Palangka Raya di tingkat regional,” ujarnya.
Kompetisi Juara Kelas Indonesia diselenggarakan oleh Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Ajang tersebut menjadi salah satu wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi akademik dan karakter melalui pengalaman berkompetisi.
Selain mengasah kemampuan akademik, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar bekerja sama, membangun kepercayaan diri, menjaga sportivitas, serta menghadapi tantangan bersama peserta dari daerah lain.
Aprae berharap pengalaman mengikuti kompetisi tingkat regional dapat memotivasi para siswa untuk terus mengembangkan kemampuan, baik di bidang akademik maupun karakter, kreativitas, kerja sama, dan keberanian menghadapi tantangan.
“Semoga pengalaman ini menjadi pemantik semangat untuk terus berprestasi dan menginspirasi,” pungkasnya. (daq/yit)
Editor : Heru Prayitno