Gambut Berkobar di Bawah Permukaan, Asap Mengarah ke Kota Palangka Raya dan Kobra Ditemukan Mati

Dodi Abdul Qadir • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 22:13 WIB
ULAR TERBAKAR : Tim BPK Kamboja Palangka Raya menemukan seekor ular king kobra hitam berukuran sekitar 4 meter dalam kondisi mati di lahan gambut  bekas terbakar. FOTO: DODI/RADAR SAMPIT
ULAR TERBAKAR : Tim BPK Kamboja Palangka Raya menemukan seekor ular king kobra hitam berukuran sekitar 4 meter dalam kondisi mati di lahan gambut bekas terbakar. FOTO: DODI/RADAR SAMPIT

 

PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Kebakaran lahan gambut di Jalan Jati Ujung, tepi Pengeringan Kanal 4, Palangka Raya, belum sepenuhnya padam. Bara dan asap masih muncul dari dalam tanah sehingga BPK Kamboja kembali melakukan pemadaman, Minggu (20/9/2026).

Ketua BPK Kamboja Sucipto mengatakan, kebakaran telah berlangsung selama lima hari dengan luasan sekitar setengah hektare. Tim menemukan lapisan gambut yang terbakar hingga kedalaman 50 sentimeter sampai 1 meter.

“Pemadaman ini dilanjutkan untuk mengurangi kabut asap yang selalu mengarah ke Kota Palangka Raya,” kata Sucipto.

Baca Juga: Karhutla Manduhara Palangka Raya Dikendalikan, Petugas Lanjutkan Pendinginan untuk Cegah Api Kembali

Menurutnya, kondisi gambut yang terbakar di bawah permukaan membuat pemadaman harus dilakukan berulang. Sejumlah titik masih mengeluarkan bara dan asap sehingga terus dibasahi untuk mencegah api kembali menjalar.

Di tengah proses pemadaman, tim juga menemukan seekor king cobra hitam berukuran sekitar 4 meter dalam kondisi mati. Ular tersebut ditemukan melilit ranting kayu di kawasan semak yang masih cukup lebat.

Sucipto mengatakan, keberadaan ular berukuran besar menunjukkan kawasan tersebut masih menjadi habitat atau jalur pergerakan satwa liar. Sebelumnya, warga juga beberapa kali melaporkan keberadaan king cobra di sekitar kawasan Pengeringan Kanal.

Baca Juga: Kelola Dana Desa hingga Miliaran Rupiah, DPRD Gumas Minta Kades Transparan dan Akuntabel

“Ini semua fakta. Siklus kehidupan sudah terganggu. Jangankan hewan mati, manusia pun tidak menutup kemungkinan bisa terdampak karena kepekatan asap,” tuturnya.

Bangkai ular kemudian dikuburkan untuk menghindari risiko terhadap petugas maupun warga. Sementara itu, BPK Kamboja memastikan pemadaman dan pendinginan akan terus dilakukan hingga tidak ada lagi bara maupun asap dari dalam gambut.

“Api mungkin tak lagi berkobar besar di permukaan. Namun, di bawah gambut, bara masih bisa bertahan. Karena itu, pemadaman tak berhenti ketika api terlihat padam,” tandasnya. (daq/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
king kobra PALANGKA RAYA gambut kabut asap karhutla