PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Rumah warga di Jalan Urip Sumoharjo, Palangka Raya mendadak dibuat waswas oleh kemunculan ular piton sepanjang sekitar tiga meter, Kamis (17/9/2026).
Semula ular tersebut sempat terlihat melingkar di atas pagar beton sebelum menghilang masuk ke dalam area rumah, warga kemudian meminta bantuan BPK Kamboja Palangka Raya.
Ketua BPK Kamboja Sucipto mengatakan, keberadaan piton pertama kali diketahui setelah warga melihatnya merayap di atas pagar pembatas setinggi sekitar dua meter.
Baca Juga: Api Karhutla Terus Membara, Parit dan Embung Mengering hingga Pasokan Air untuk Pemadaman Menipis
“Pelapor sempat melihat ular menjalar di atas pagar batas beton dengan tetangga. Ular itu kemudian masuk ke dalam pagar tembok rumah tetangga,” kata Sucipto.
Warga sempat mencoba memancing ular keluar menggunakan ayam hidup. Ayam tersebut diikat pada tiang rumah yang berada tidak jauh dari lokasi persembunyian ular.
Sekitar dua jam kemudian, ayam itu dililit piton hingga mati. Namun, ular tidak memakannya. Bangkai ayam justru ditarik menuju lubang di bawah lantai keramik.
Baca Juga: Cegah Karhutla Merembet ke Permukiman, Damkar Kotim Minta Warga Bersihkan Semak 10 Meter dari Rumah
“Setelah ayam dililit dan mati, ayam ditarik ke arah lubang di bawah lantai keramik. Namun, tidak dimakan. Pemilik rumah merasa takut dan meminta bantuan kami,” jelasnya.
Tim BPK Kamboja kemudian melakukan pencarian. Setelah mendapat persetujuan pemilik rumah, sejumlah keramik dibongkar untuk menelusuri ruang kosong di bawah lantai.
Sekitar satu meter dari lubang, tim menemukan kulit yang diduga milik piton. Penelusuran dilanjutkan hingga ular berhasil ditemukan dan dievakuasi.
Baca Juga: BKKBN Kalteng Minta Pencatatan Pelayanan KB Diperketat, Data Jadi Dasar Distribusi Alat Kontrasepsi
Piton kemudian dimasukkan ke dalam karung dan dilepasliarkan jauh dari permukiman. Lokasi pelepasan juga dipilih agar tidak berada di kawasan yang berpotensi terdampak kebakaran lahan.
“Warga diminta tidak mengambil risiko saat menemukan ular berukuran besar dan segera meminta bantuan petugas untuk proses evakuasi,” imbau Sucipto. (daq/fm)
Editor : Farid Mahliyannor