PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap karhutla membuat Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh satuan pendidikan PAUD, SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, mulai 1 September 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah hasil pemantauan kualitas udara pada 30–31 Agustus menunjukkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada di atas 300 atau kategori berbahaya.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Jayani mengatakan, kebijakan tersebut diambil untuk melindungi kesehatan peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan. Pelaksanaan PJJ akan dievaluasi setiap tiga hari menyesuaikan perkembangan kualitas udara dan kondisi karhutla.
Baca Juga: Karhutla Tak Hanya di Kota, Pemkab Kotim Pastikan Penanganan Sampai Desa
“Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring diperpanjang kembali mulai tanggal 1 September 2026 dan akan dievaluasi setiap tiga hari sekali,” kata Jayani, Senin (31/8/2026).
PJJ dimulai pukul 08.00 WIB dengan durasi satu jam pelajaran masing-masing 20 menit untuk PAUD, 25 menit untuk SD dan 30 menit untuk SMP.
Guru yang kurang sehat juga diperbolehkan mengajar dari rumah dengan berkoordinasi bersama pihak sekolah. Sementara orang tua diminta mendampingi anak selama belajar di rumah dan memastikan mereka tidak melakukan aktivitas di luar rumah.
Baca Juga: Mesin Alkon dan Selang untuk Memadamkan Karhutla Ramai Dicari Warga di Sampit
Disdik juga meminta sekolah menyederhanakan materi dengan fokus pada literasi, numerasi dan pembentukan karakter. Tugas tidak boleh diberikan secara berlebihan agar tidak menambah beban psikologis siswa maupun orang tua.
Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Nomor 20 Tahun 2026 serta keputusan wali kota terkait perpanjangan status tanggap darurat karhutla dan kekeringan di Palangka Raya. (soc/daq/fm)
Editor : Farid Mahliyannor