Merajut Rasa Aman di Balik Tembok Pembinaan: Sisi Lain Patroli LPKA Palangka Raya

Dodi Abdul Qadir • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 20:56 WIB
PATROLI: Samapta Polresta Palangka Raya perkuat pengamanan objek vital guna antisipasi potensi gangguan keamanan sejak dini. FOTO: IST/RADAR SAMPIT
PATROLI: Samapta Polresta Palangka Raya perkuat pengamanan objek vital guna antisipasi potensi gangguan keamanan sejak dini. FOTO: IST/RADAR SAMPIT

 

PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com - Deru mesin sepeda motor trail pagi itu memecah keheningan Jalan Tjilik Riwut Km 2,5, Palangka Raya.

Di balik gerbang besi Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Kelas II, kehadiran seragam cokelat kepolisian bukan sekadar rutinitas melintas, melainkan sebuah sinyal bahwa mata hukum senantiasa berjaga, terutama bagi mereka yang jalurnya sempat tergelincir di usia muda.

Unit Patroli Motor (Patmor) Satuan Samapta Polresta Palangka Raya menyambangi sudut-sudut LPKA dengan langkah pasti. Mereka menyisir area steril guna memastikan tidak ada celah sekecil apa pun yang luput dari pengawasan.

Baca Juga: Aneh! Curi Motor Warga di Sampit, Pelaku Malah Tinggalkan Motor Diduga Miliknya

Di balik tembok tinggi tersebut, pengetatan keamanan menjadi ikhtiar merawat asa agar anak-anak binaan tetap terlindungi dari potensi gangguan luar.

Kasatsamapta AKP Bambang Hariyanto memahami betul bahwa pengamanan objek khusus tidak boleh setengah-setengah. Bukan hanya fisik bangunan yang diperiksa, tetapi juga kesiapsiagaan mental para penjaganya. Di pos penjagaan, dialog hangat terjalin antara personel Patmor dan petugas Pemasyarakatan Khusus Anak (Polsuspas).

"Jangan pernah bertugas sendirian. Terapkan selalu buddy system," pesan Bambang kepada petugas jaga.

Baca Juga: Hujan Tak Kunjung Turun, Polres Seruyan Gelar Salat Istisqa di Tengah Ancaman Karhutla

Instruksi tersebut bukan tanpa alasan. Di tempat di mana emosi masa remaja kerap bergejolak di ruang-ruang terbatas, pola pengamanan berpasangan menjadi harga mati.

Dengan berjalan berpasangan, risiko sekecil apa pun dapat diantisipasi lebih cepat, dan langkah darurat bisa digerakkan seketika tanpa harus menunggu bala bantuan dari luar.

Baca Juga: Kejadian Karhutla di Kalteng Masuk 10 Besar Nasional. Pangdam dan Kapolda Ancam Pembakar Lahan  

Bagi Polresta Palangka Raya, patroli preventif ini adalah wajah lain dari penegakan hukum: hadir bukan untuk menakuti, melainkan merangkul lewat kesiapsiagaan.

Langkah jemput bola ini memastikan bahwa ruang-ruang pembinaan anak tetap steril dari kerawanan, memberikan rasa aman ganda bagi petugas maupun anak-anak yang sedang menata kembali masa depan mereka. (daq/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
LPKA unit Patmor patroli samapta Polresta Palangka Raya