Rawat Persatuan melalui Dialog Kondusif

Yusho Ricky Prayoga • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:53 WIB
Sekretatis Pengurus Koordinator Cabang (PKC), PMII Kalteng, Taufik Hidayah
Sekretatis Pengurus Koordinator Cabang (PKC), PMII Kalteng, Taufik Hidayah

 

PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengajak masyarakat dan mahasiswa bersama-sama menjaga persatuan dalam menyikapi berbagai dinamika yang saat ini tengah berkembang.

Sekretatis Pengurus Koordinator Cabang (PKC), PMII Kalteng, Taufik Hidayah, mengharapkan agar persoalan yang muncul tersebut bisa disikapi dengan komunikasi konstruktif agar bisa menghasilkan solusi yang baik untuk pembangunan.

"Terutama untuk mahasiswa, kita peran penting dalam kehidupan demokrasi. Jadi kita harus mampu menjadi penggerak perubahan dan menjaga suasana sosial tetap kondusif," katanya, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga: Dukungan Pusat Perkuat Penanganan Karhutla di Kalteng

Hal ini penting diperhatikan bersama agar tidak terprovokasi berbagai informasi yang beredar, khususnya melalui media sosial dan bisa menyikapinya secara matang dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.

"Kalau ada informasi yang belum jelas, jangan langsung disebarkan. Kita perlu tabayun dan memastikan kebenarannya. Dengan begitu, masyarakat tidak mudah terbawa oleh narasi yang dapat memicu keresahan," ucapnya.

Di satu sisi Ia menegaaskan, bahwa kritik terhadap kebijakan pemerintah tidak salah dilakukan. Hanya saja perlu diperhatikan dalam penyampaiannya harus disertai solusi agar menjadi masukan bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan.

Baca Juga: Tekan Stunting, Pemkab Gumas Perkuat Intervensi Sensitif dan Spesifik

Terkait hal tersebut PMII berharap seluruh pihak terus membuka ruang komunikasi dengan tetap mengedepankan dialog yang sehat dan menghormati perbedaan pendapat tanpa mengorbankan persatuan.

"Karena yang kita jaga adalah kepentingan masyarakat dan persatuan. Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan sampai perbedaan itu menghilangkan persaudaraan," pungkasnya. (soc/sho/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
mahasiwa masyarakat persatuan pmii kalteng