PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Hujan akhirnya turun di tengah kepungan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah.
Meski hanya berlangsung singkat, guyuran hujan pada Minggu (23/8/2026) disambut penuh rasa syukur oleh warga Kota Palangka Raya yang telah lama menantikan turunnya hujan.
Hujan dilaporkan mengguyur sejumlah kawasan, khususnya di Kecamatan Jekan Raya. Beberapa wilayah yang turut merasakan turunnya hujan di antaranya kawasan Jalan Pipit, Jalan Garuda, Jalan Beliang hingga Jalan Bondol.
Guyuran hujan yang tidak berlangsung lama itu langsung mengundang berbagai ungkapan syukur dari masyarakat.
Bagi warga, hujan tersebut setidaknya menjadi pelepas kerinduan setelah cukup lama menghadapi kondisi cuaca kering dan kabut asap akibat karhutla.
“Alhamdulillah, Ya Allah hujan,” ungkap Atin, salah seorang warga Palangka Raya.
Hal senada disampaikan Yaya. Menurutnya, meski hanya turun sebentar, hujan tersebut tetap memiliki arti besar bagi masyarakat yang berharap kondisi lingkungan segera membaik.
“Terima kasih Tuhan. Hujan. Semoga karhutla segera berlalu,” ujarnya.
Turunnya hujan juga membawa harapan baru di tengah upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan yang masih dilakukan di sejumlah titik.
Warga berharap hujan kembali turun dengan intensitas lebih tinggi, durasi lebih lama, dan merata di berbagai wilayah.
Dengan turunnya hujan secara merata, masyarakat berharap lahan-lahan yang mengering kembali basah sehingga dapat membantu mengurangi potensi meluasnya kebakaran.
Hujan juga diharapkan mampu meredakan dampak asap yang dalam beberapa waktu terakhir mengganggu aktivitas dan kualitas udara di sejumlah kawasan.
Bagi warga Palangka Raya, hujan singkat pada Minggu sore itu bukan sekadar perubahan cuaca, tetapi juga membawa harapan agar musim kemarau dan ancaman karhutla yang membayangi segera berlalu. (daq)
Editor : Slamet Harmoko