PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menggelar salat Istisqa dan doa bersama di Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu (23/8/2026).
Salat Istisqa tersebut menjadi ikhtiar spiritual bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran hadir langsung dan mengikuti rangkaian salat Istisqa bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, aparatur sipil negara (ASN), organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh masyarakat, serta warga Kota Palangka Raya.
Pelaksanaan salat Istisqa tersebut menjadi bentuk ikhtiar bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi kondisi cuaca yang semakin kering.
Dalam hampir dua bulan terakhir, sejumlah wilayah di Kalteng mengalami minim hujan sehingga berdampak terhadap kondisi lingkungan.
Situasi itu juga diperparah dengan munculnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik. Asap yang menyelimuti beberapa wilayah menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan menurunkan kualitas udara.
Melalui salat Istisqa dan doa bersama, Pemprov Kalteng berharap hujan segera turun dan membantu memperbaiki kondisi lahan serta lingkungan yang terdampak kemarau.
Turunnya hujan juga diharapkan dapat mengurangi potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Gubernur Kalteng mengajak seluruh masyarakat untuk turut memanjatkan doa dan memperkuat ikhtiar bersama dalam menghadapi kemarau.
Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan tetap waspada terhadap potensi karhutla serta ikut menjaga lingkungan agar tidak terjadi kebakaran.
Doa bersama tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan dampak kemarau dan karhutla tidak hanya membutuhkan langkah teknis di lapangan, tetapi juga kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga Kalimantan Tengah. (daq)
Editor : Slamet Harmoko