PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com - Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, menyoroti pemadaman listrik bergilir yang kembali terjadi setelah beberapa minggu sempat normal.
Ia menyebutkan gangguan listrik sangat menganggu aktivitas masyarakat, terutama kegiatan usaha rumahan yang sangat tergantung dengan ketersedian pasokan energi listrik tanpa henti.
"Kalau listrik padam sudah pasti banyak usaha yang terganggu, ini dampaknya pada kegiatan ekonomi masyarakat. Tentu sangat disayangkan, apalagi hanya usaha kecil," katanya, kemarin.
Baca Juga: 525 Ribu Benih Ikan Ditebar, DPRD Palangka Raya Ajak Warga Jaga Ekosistem Perairan
Selain masalah kegiatan ekonomi, fenomen pemadaman ini juga berdampak terhadap fasilitas umum yang berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan, baik itu penerangang jalan umum (PJU) maupu rambu lalu lintas.
"Salah satu dampak yang paling dirasakan, saat pemadaman malam hari sudah pasti penerangan jalan umum juga padam. Ini meningkatkan risiko kecelakaan," ucapnya.
Terlepas apapun alasan pemadaman ini, pihak terkait diharapkan memperkuat koordinasi untuk meminimalkan dampak pemadaman, baik itu kegiatan ekonomi masyarakat, termasuk memastikan fasilitas vital seperti lampu lalu lintas dan penerangan jalan memiliki sistem cadangan saat terjadi gangguan.
Baca Juga: 145 Pejabat Baru Dilantik, DPRD Gumas Minta Tunjukkan Kinerja Nyata
Politikus Partai Golkar ini mengharapkan masalah kelistrikan di wilayah Kota Palangka Raya dapat secepatnya ditangani, sebab pemadaman bergilir yang sudah terjadi beberapa hari belakangan sudah pasti menganggu berbagai aktvitas masyarakat.
"Kita harapkan ada solusi, jangan sampai pemadaman ini merigukan banyak pihak. Karena itu, baik pemerintah dan PLN bisa memerhatikan hal-hal vital di tengah masyarakat," pungkasnya. (sho/fm)
Editor : Farid Mahliyannor